3 Karakter Positif Anak Kecil, yang Sepertinya Sudah Meluntur Saat Kita Beranjak Dewasa

1. Spontan



Kalau anak kecil sedang ingin berteriak lantang dan mengatakan ” horee ” !

Mereka akan mengatakannya !

Sehabis  itu ingin melompat-lompat + Jungkir balik + salto di kasur kayak anaknya mas Octa Dwinanda yang masih 2 tahun, Yasudah dilakukan !

Tak peduli sedang ada ibu guru, ada teman yang disukainya, ada orang dibencinya, ada pembantunya, atau bahkan ada kucing yang sedang menatap heran !

Tak peduli lagi di taman, lagi di kamar mandi, lagi di dalam kelas.

Itulah enaknya kita saat kecil, kita benar-benar pure berekspresi dan bertindak.

Disaat dewasa, kita sudah mulai meninggalkan kesepontanan kita.



Jelas tidak pantas memang kalau kita sekarang berteriak HORE di tempat kuburan ! Tapi mengapa harus jaim kalau kita ingin berteriak HOREE di depan orang yang kita suka, di depan orang yang kita benci, di depan orang yang kita kagumi ???

Sudah saya tebak dengan pasti, kalau anda akan menyukai teman yang bebas berekpsresi, bebas menyatakan pendapat, pokoknya sekan tidak ada yang membuat dia malu-malu !

Kita pasti menyukai teman seperti itu bukan ?!

Ya kita menyukai kespontanan dan keterbukaan.

Karena itulah karakter murni kita waktu masih kecil.



2. Benar – Benar Menikmati Hidup, Fokus

Ada iklan di televisi yang menayangkan anak kecil yang sedang bermain ulat.

Dari ulat itu kecil, berubah menjadi kepompong, dia gambar dengan teliti, sabar, dan tekun.

Dia tidak terganggu dengan hal – hal lain yang bisa menghambat tujuan dia.

—><—

Saat Anton yang berumur 3 tahun bermain kumbang. Anton akan fokus dengan kumbang yang dia sedang amati.



Tidak peduli dengan air liur yang mulai turun ke leher dan bajunya.

Tidak peduli dengan bau baju yang belum mandi misalnya.

Tidak peduli dengan susahnya mengamati kumbang tersebut, yang rupanya malu-malu, sehingga sering ngumpet di balik tumbuhan.

Tiba – tiba kumbang tersebut terbang dan hinggap di hidung Anton, dan dengan tanpa berdosanya menggigit hidung Anton sampai bengkak !

Antonpun menangis. menangis sejadi – jadinya.

Banyak buku yang membahas betapa fokus itu syarat mutlak sikap yang harus dimiliki oleh orang yang ingin sukses.

Anak kecil rasanya tidak perlu baca buku itu.

Mereka sudah fokus !

Apa yang merak kerjakan, apa yang mereka minati, mereka melakukannya sepenuh hati ! sepenuh jiwa ! totalitas perhatian dan perasaan untuk terjun di dalamnya.

Mereka mengerjakan yang sekarang ada dan mereka ingin lakukan.

Mereka tidak hidup di masa depan( penuh angan ) dan tidak pula tenggelam di masa lalu ( penyesalan ).

Mereka hidup fokus di masa sekarang !

4. Memaafkan


Nah ini dia tema yang pas…,

Lagi nuansa Puasa dan besok adalah Idul Fithri.

Kembali ke si Anton.

Kalau jam 7 pagi si Anton menangis, gara – gara hidungnya dibuat bengkak oleh sang kumbang.

Antonpun berkata kepada ibunya :

” Mahhhhh kumbangnya jahat ! gigit hidung Anton ! “

Jam 8 ??? Apa yang terjadi ??? Apa yang dilakukan Anton ???

Main kumbang lagi !!!! Hahahaha

Begitulah anak kecil, mereka tidak pernah dendam terhadap apapun.

Terhadap hewan yang menggigit, terhadap sesama manusia yang menyakiti atau memusuhinya.

Benci terhadap pemerintah ??? Apalagi ! Jelas tidak !

Sifat mereka yang selalu memaafkan dan tidak pernah menyisakan dendam di hatinyalah, yang membuat anak kecil tetap menikmati hidupnya. Setiap waktu.

Mengapa kita yang sudah dewasa, yang harusnya makin mengerti makna kehidupan, makin sering marah dan kesel yang berlanjutan terhadap sesama ya ???

Semoga 4 Karakter Positif Anak Kecil di atas, dapat membuat kita kembali bersikap seperti anak kecil lagi. Khusus yang  positifnya tentunya.

Ups,…..

Minal Aidin Wal Faidzin yaaaa,