Apa Nasehat Ke-2 Orang Tuamu ??? Kalau saya….. ( Ibu )

Setiap orang tua pasti mempunyai “celotehan” yang khas. Kalau anda hidup bersama orang tua anda, pasti anda hafal “celotehan-celotehan” itu.

Yap ! Celotehan yang bahkan sebelum diucapkanpun, kita sudah bisa menebaknya, saat kita sedang dimarahi. Hahaha bukannya dengerin malah dihafalkan.

Kalau orang tua menekankan suatu perkataan yang diulang-ulang, sebenarnya terkandung makna yang dalaaam banget dibalik itu.

Tentunya dengan pengalaman hidup yang mereka tempuh, sehingga suatu pelajaran hidup tersebut terpatri dalam-dalam di dalam benak mereka. Sehingga sangat penting bagi mereka, kita anaknya, agar paham akan nasehat itu.

Oke !!!

Saya ingin berbagi nasehat khas ke-2 Orang tua saya.

Ummi.

Umi sebutan untuk panggilan ibuku. Aku memanggilnya dengan sebutan itu.

Hal yang sering disampaikan berulang-ulang dan dengan volume high adalah :

” bangun relasi, dan jaga reputasi “

Umiku seorang psikolog sekaligus pemimpin di bagian konsultasi di sekolah-sekolah.

Selalu dan selalu diucapkannya kalimat  ” Bangun Relasi, dan jaga reputasi ” itu.

Saat kecil saya selalu kesal, yaelah… apa sich pentingnya reputasi itu ??!! Memangnya penting banget apa ??!!!

kalau sudah tercoreng, ya tercoreng saja napa sich… gitu gerutu saya, tatkala saya selalu disuruh menyapu rumah yang selalu berdebu di siang hari.

BEgini alasannya ummi saya :

” Masa Psikolog rumahnya kotor ??!, khan bersih itu menentramkan hati “

” Sedangkan pekerjaannya seorang psikolog khan salah satunya adalah menentramkan hati kliennya “

” Nah hancur donk reputasi ummi sebagai seorang psikolog, kalau ada klien ummi yang datang, dan melihat rumah kita ini kotor dan berdebu “

” Kalau reputasi ummi seudah hancur, maka omongan ummi akan lebih sulit dipercaya para klien ummi. Bisa-bisa klien ummi bilang kalo ummi tuh cuma ngomong doank !”

Begitu alasan ummi saya sangat tidak ingin melihat rumahnya kotor.

Dan menyebabkan Sang Khalid Kecil ini selalu dan selalu disuruh menyapu rumah yang kotor, jika ada kesempatan. Tentunya disertai dumelan sang Khalid juga saat menjalankannya. hehehe

Semakin saya besar, ternyata saya mulai paham akan pentingnya pesan ummi saya itu, khususnya dalam masalah reputasi.

Mari kita langsung ke contoh betapa pentingya reputasi, yang saya amati dari bisnis internet ( Karena ini yang sering dilupakan bagi para pemula )

Dalam hal bisnis internet yang menjual produk digital misalnya, akan sangat mudah jika kita sudah mempunyai reputasi.

Mau kita punya produk digital sebagus apapun, kalau reputasi kita di dunia internet belum ada, tidak akan laku cepat saya yakin.

Karena siapa anda ??? Reputasi Anda apa ??

Lebih saya sadari lagi, saat seorang Tung Desem Waringin ikutan bisnis online, dengan menjual membership TDW-University.

Waw !!! Setiap postingannya, komentarnya mencapai ratusan bahkan ribuan ! Cepet banget !!!

Kok terkenal banget blognya secara tiba-tiba ???

Ohhh bukan karena promosinya yang tiga perempat mati saya rasa, tapi karena nama dia sudah mempunyai reputasi bagus.

Makanya meskipun banyak yang merasa transaksi lewat internet adalah penipuan, tapi tetep saja langsung banyak yang percaya begitu yang nampang adalah si Tung Desem Waringin.

Sekarang beralih ke pengalaman saya membangun reputasi.

Jadi teringat masa-masa SMA saya,… Saya latihan keras agar bisa bernyanyi dengan nada tinggi. Saya latihan sampai suara serak, tenggorokan sakit. badan lemas. Dan itu saya latih dalam waktu yang lama.

Bukan dalam hitungan minggu saya latihan, tapi dalam hitungan tahun. ( Karena Alhamdullillahnya saya sudah mulai menyanyi dari kelas 5 SD ))

Demi untuk bisa bernyanyi seperti rocker-rocker idola saya.

Begitu saya ikut audisi band di SMA, kerja keras saya terbayar. Band Saya langsung juara 1 di audisi tersebut, mengalahkan band senior yang namanya sudah tenar di SMA saya.

Begitu saya audisi lagi …Saya lolos lagi… Begitu kemampuan saya menyanyi rock sudah punya nama, banyak yang menawarkan diri kepada saya untuk bergabung dengan band mereka, bahkan sampai memohon-mohon.

Padahal, di awal-awal, saya yang kesusahan dalam mencari personil satu orang saja !

Kalau diceritakan suka duka saya ngeband, maka akan jadi seperti skripsi artikel ini panjangnya…

So pesan yang selalu disampaikan oleh ummi saya ke saya, dan saya ingin bagikan kepada anda semua adalah :

” bangun relasi, dan jaga reputasi itu ”

Dengan ada reputasi… Segalanya akan terasa mudah kedepannya. Dalam hal apapun ! Itu saja intinya.

Apalagi yang mau menjalankan bisnis ! Wah reputasi itu penting banget !

Oia, kalau nasehat ibu anda apa ??

berbagi di kolom komentar ya… ^_^

:cshy:

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

59 Responses for Apa Nasehat Ke-2 Orang Tuamu ??? Kalau saya….. ( Ibu )
  1. hemm.. kalo ibu saya pasti nasehatnya sangat pedas :supercry:

  2. “jangan jajan sembarangan! Bahaya! banyak makanan mengandung sakarin!” Ini nasehat ibuku yang guru Kimia waktu kecil. Waktu itu aku cuma angguk-angguk sok ngerti, padahal nggak ngerti sama sekali apa itu sakarin?

  3. IwanKus says:

    umum saja seperti ibu2 yang lain kok mas…
    yang mirip malah cara kita menyikapi segala nasehat, larangan maupun anjurannya…
    umumnya ngedumel duluan…
    :gajelas: :gajelas:
    .-= IwanKus´s last blog ..Blogger Ala Media Cetak =-.

  4. nek dikandani wong tuwo ojo ngeyel..kualat engko sampeyan..
    (kalo gak ngerti artinya tanya ma mbah google ya mas..kwkwkw..)
    .-= pasutrisatu´s last blog ..Kontes Pemilihan Nama Domain =-.

  5. wow… ternyata penyanyi rock toh. salah satu bakat dari mas khalid yang akhirnya terungkap di dunia blogging…. :)
    hati-hati nanti jadi arti loh… hehe

    selalu mengangkat kejadian personal sehari-hari sebagai bahan penulisan. makin tampak posisioningnya nih…..

    Salam Kreatif,
    Octa Dwinanda
    .-= online-business-story.com´s last blog ..Blogwalking Tanpa Meninggalkan Komentar Kurang Afdol =-.

  6. arkum says:

    Kalo ibuku sarannya :jewerpipi: dulu baru beri saran….tapi ayah ms khalid yg suka beri nasehat.Tapi y gitu, ketemunya setiap 1 th sekali. Biasa pelayaran keluar negeri

  7. arkum says:

    Kalo ibu sy, lebih banyak :jewerpipi: nya daripada nasehatnya. Bisa distatistik ms…hehehehe.Beda sama ayah yang lebih bijak dan cerdas dalam menddk anak.Tp sayang srng keluar negeri-pelayaran-ya ketemuannya 1 tahun skali. :loveu:

  8. ipul says:

    satu hal yang paling saya ingat dari alm ayah saya .
    “kalau kamu sekarang nakal , pasti besok kamu akan dibalas oleh anak kamu”
    hal itu yang membuat saya sangat sayang dengan ke 2 orang tua saya . mereka sudah memberikan gambaran kepada saya sekalipun ( disaat itu ) saya masih smp … i love u dad :binar: :loveu: … sory mas khalid ,numpang nangis…

  9. kalau ibu saya melihat saya pegang leptop berpesan :

    Den… jangan sering ngenet lho.. ingat blogger itu bukan kerjaan, cuma sekedar hobi saja !!!, dan sering ucapkan salam karena dengan salam kamu akan dihargai orang tanpa membantu kerjaan mereka

  10. ALRIS says:

    Nice blog. Good posting. Salam kenal ya. Kunjungan perdana nih.
    .-= ALRIS´s last blog ..Guiness Book of Record from Indonesia =-.

  11. Hmm..nasehat ibu saya jangan lupa makan dan bo2 kemaleman..hehhee…becanda mas…pesan beliau ini yang selalu saya ingat adalah jadilah orang baik…baik dalam segala hal…

    salam hangat mas khalid…

  12. Udin Hamd says:

    ketinggalan kereta niii. . . .3x

  13. ghe says:

    “ibu cuma mau kamu fokus sama pa yang kamu tekuni”
    itu nasihat emak gue lid….
    sedih kalo ampe dia bilang gitu kayanya gue kurang peduli n berusaha dalam emnjalankan suatu hal…. :angel:
    .-= ghe´s last blog ..Memberi dan Menerima =-.

    • Khalid Abdullah says:

      @ghe, makanya ko… lu udah nemui apa yang mau lu tekuni ko ???? bola apa blog nich ??? kalo gw udah nemuin ko …. jati diri dan hidup gw, akan di blog dan bisnis internet ko… gw tinggalin dunia band gw,,,,

  14. SmarterDOS says:

    Tulisannya sangat memotivasi, reputasi yang telah dibangun, adakalanya dijaga kekekalannya. Namun ada baiknya lagi, jangan menjadikan reputasi itu membutakan diri kita sendiri. Kita jadi buta akan akhirat, kita jadi buta akan tujuan hidup, dan sebagainya. Usahakan untuk menggunakan reputasi dengan hal-hal yang positif dan memberi manfaat buat orang lain pula :binar:

  15. afar says:

    kalau nasihat ibu saya :
    “bergaul boleh dengan siapa saja, tapi kalau bersahabat, pilih orang yang bisa mengajak pd kebaikan”

    :jadimalu:

    begitu khalid..
    btw tacul punya blog ga?
    .-= afar´s last blog ..a n a k =-.

    • Khalid Abdullah says:

      @afar, wedewhh…… keluar juga si afar ini dari persembunyiannya untuk memberikan komentar lagi.

      makasih ya….

      tachoel ???? gak tau tuch…kayaknya sempet pernah punya tuch far…,

  16. kalau orang tua saya biasanya memberi nasehat hati2 kepada orang yang tidak dikenal

  17. Jasa Seo says:

    kalau ibu saya selalu berpesan agar kalau mencari pasangan harus yang seiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>