Kekayaan Hasil Alam vs Kondisi Masyarakat

Ini adalah artikel hasil tulisan seorang Aulia Hayati, sang wanita yang menginspirasikan saya, lewat perkataannya, sampai akhirnya saya bisa menghasilkan artikel ” Pertanyaan yang Dapat Menggetarkan Hati untuk Siapa Saja “.

Dan kemudian saya memaksa dia untuk ikut menulis juga, dan lahirlah artikel tulisan sang Aulia Hayati ini

Silahkan dibaca…

Saya suka heran sama orang Indonesia, Negara kaya tapi ko rakyatnya miskin ya???
Negara luas tapi ko banyak rakyat pengangguran ya???
Pejabatnya gendut tapi ko rakyatnya kurus ya???
Bisa panjang lebar kali tinggi jadi volume dah tu kalo ngebahas itu semua.

Saya bahas tentang kondisi alamnya aja deh, khususnya kaitan antara keadaan gizi masyarakat dengan hasil kekayaan alam di Indonesia.
Kalo dibilang rakyat Indonesia kurang gizi saya rasa kurang masuk akal, secara Indonesia Negara maritim, Negara agraris, Negara yang kaya akan hasil pertaniannya.

Tapi ko bisa ya rakyatnya miskin, kurus, dan memiliki gizi buruk???

Secara umum pertanian itu gak cuma sayuran aja, kalo secara khusus iya memang.

Tapi kalo secara umumnya pertanian itu mencangkup macem-macem, ada perikanan, peternakan, perhutanan, dan pertanian itu sendiri.

Apalagi Indonesia Negara yang 70%nya terdiri dari perairan. Mestinya kan hasil perairan Indonesia melimpah ruah. Baik dari ikannya, tumbuhan airnya, maupun hasil sampingnya.

Menurut yang saya pelajari di universitas tempat saya kuliah, perikanan di Indonesia termasuk 6 terbesar di Dunia. Bahkan saat ini Menteri Perikanan kita Fadel Muhammad memiliki misi agar Indonesia menjadi Negara pengekspor hasil perikanan No.1 di dunia. Wow… target yang hebat bukan!

Hasil perairan yang paling besar pastinya ikan. Ikan-ikan yang didapat dari perairan Indonesia dari sabang sampai merauke sebelum nyampe ke konsumen pastinya mengalami penanganan dari saat ikan di tangkap di laut, naik ke kapal, nyampe di tempat pendaratan ikan, dilelang, lalu sampailah pada konsumen akhir.

Ikan-ikan yang ditangkap awalnya di beri penanganan khusus di atas kapal sebelum akhirnya sampai ke tempat pendaratan ikan. Seperti ikan disimpan di dalam bak es.

Tujuannya agar kondisi ikan tetap bagus dan awet sampai tujuan. Saat ikan sampai di Tempat Pendaratan Ikan (TPI), ikan akan dipilih berdasarkan kualitasnya untuk dipasarkan.

Untuk ikan yang masih hidup, bagus, sehat, gesit, dan tidak luka/cacat biasanya ikan akan dijual untuk pasar eksport oleh para pengumpul ikan. Anggaplah ini pasar tingkat 1, sebab harga ikan disini tinggi, yaiyalah buat eksport…

Sementara ikan yang keadaanya tidak sebagus pasar tingkat 1 namun masih tetap memiliki harga jual yang cukup tinggi akan masuk ke pasar tingkat 2.

Bisanya kondisi ikannya sudah mati, berukuran cukup besar, namun kondisi fisiknya tidak cacat. Pasar tingkat 2 ini sebutlah seperti supermarket/hypermarket.

Lalu masih ada sisanya kah?

Ya ada.


Pasar tingkat 3.


Ikan yang masuk pasar tingkat 3 biasanya ikan yang kondisinya tidak terlalu bagus, ukurannya kecil, ada cacat pada saat penanganan, dan pastinya harganya terbilang murah.


Lalu seperti apa dan ditujukan untuk siapa pasar tingkat 3 ini ??

Yap, pasar tingkat 3 ini adalah pasar tradisional alias pasar curah yang tujuan akhirnya adalah konsumen akhir seperti rakyat kalangan menengah kebawah.

Wah wah wah…

Pantes aja rakyatnya kaya kurang gizi gitu, makannya ikan sisa dengan kualitas rendah. Sementara ikan yang bagus-bagusnya dijual buat eksport.

ck,,ck,,ck,,

kasian ya rakyat Indonesia…

masa negeri kaya raya akan hasil alamnya, rakyatnya malah makan hasil alam yang sisa?

Belom lagi kadang suka ada oknum yang iseng menambahkan formalin lah atau bahan pengawet lain kedalam ikan yang di jual di pasar tradisional. Haduh… haduh…

Coba teman-teman pikirkan, rakyat miskin yang menggali dan mencari hasil alam Negara kita malah akhirnya mendapatkan makanan dengan kualitas no.3, kualitas terakhir,,,!

Apa temen-temen gak kasian dengan mereka?

Makanya gak heran deh kalo rakyatnya pada kurus kerontang dan terlihat seperti kurang gizi.

Itu baru dari kondisi perikananya loh,,,

Kalo kondisi yang lain saya kurang tau deh.

Mungkin teman-teman ada yang tau atau mungkin punya informasi terkait…
Please give your opinion… ^_^

Ps : Terimakasih ya Beb atas artikel sumbangannya… ^_^ :loveu: :love:

:cshy: :hawaii:

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

78 Responses for Kekayaan Hasil Alam vs Kondisi Masyarakat
  1. Awww… aww… aww…
    Aulia tampil lagi nih. She’s so inspiring for you…

  2. ghe says:

    yah kalo menurut gue sih lid ne negara tercinta kita masih ingin memperlihatkan bahwa mereka memiliki SDA yang bageesss tapi saking pengen nunjukin bageessssnya sampe kelupaan bahwa si rakyat malah kena sisa. seumpamanya sebuah blog tuh themenya tuh ciamik….tapi isinya miskin :flu: …….tambahan di bagian pertanian…..tuh di papua ajah masih banyak yang kelaparan, bahkan beras ajah masih suka ngimpor….katanya negara agraris……bikin :binar: ajah.
    negara tercinta kita ini sebenarnya bukan hanya membutuhkan pemimpin yang bagesss tapi juga oknum yang bagessss n bersedia melayani rakyat…bukan sebaliknya……. bikin kesel ajah :kusut: :shot: :aw: :bonjrot: . :jahat:
    .-= ghe´s last blog ..1/2mateng =-.

  3. Rafi says:

    Yah…itulah potret Indonesia yg sebenanya :flute:

  4. Udin Hamd says:

    ceuileh. .hehemm
    bisa2 nulis terus di blognya si Akang ya neng?
    Nape kagak buat blog ndiri aje, mpok???
    Wkwkwkwkwkkk

  5. Ini masalah umum yang dihadapi bangsa ini saat ini sebenarnya. Cuma, kalo kita teriak2 soal ini sudah jarang ada yang mau denger. Kita sudah terperangkap gaya hidup hedonisme, individualisme – sudah kurang peduli akan nasib sesama. Orang2 tersisihkan malah disebut orang tak produktif dan kalah bersaing, pecundang. Bukan malah menaruh peduli dan mencari cara untuk mengangkat taraf hidup mereka. Jangankan pemimpin, kita semua pelan2 sudah mulai terperangkap cara berpikir serupa ini. Dan, tentu saja ini sangat “mengkhawatirkan”…

    Maka, saya salut dengat artikel ini. Masih ada dari sekian banyak kita yang masih mencoba menaruh perhatian pada masalah serupa ini. Dan, mudah2an semakin banyak lagi yang mendapat inspirasi dari tulisan ini…
    .-= Khery Sudeska´s last blog ..Keroncong, I Love You! =-.

  6. cuma di blog yang pada peduli..lama gak berkunjung kangen juga :)
    .-= Ahmad Subandono´s last blog ..Di Persimpangan Line =-.

  7. *walah…. begini ini nih kalau sedang jatuh cinta. Semur jengkol, terasa kari Ayam…. hehe *

    Jadi, siapa yang mesti disalahkan ya ? terlalu rumit untuk menyalahkan siapa yang salah. Paling gampang adalah bercerminlah pada diri sendiri. Layakkah diri kita untuk bisa makmur, layakkah diri kita untuk bisa sukses…. Kembali ke pola pikir dan tindakan. Sistem yang sudah ada boleh saja bobrok, tapi otak dan hati harus tetap jernih..

    Salam Kreatif,
    Octa Dwinanda
    NB : Mas khalid, sudah beberapa kali saya menuju halaman artikel, tapi kok tampilannya kosong ya.
    .-= online-business-story.com´s last blog ..ClickBank Memang Menggiurkan =-.

    • @online-business-story.com, walah…saya gak pernah makan semur jengkol mas ! makruh hukumnya….

      iya sich mas… bener juga…, memberi saran boleh, tapi lebih baik ngaca dahulu terhadap kecaman yang diberikan…

      misalnya banyak yang demo dengan rusuh untuk segera menurunkan SBy, lah demonya aja gak bener,,,tapi nyuruh orang buat bener ! khan bikin geli aja ngeliatnya….

      mas, ini nomor hp saya :

      0856 8468 012…

      sms saya ya mas…

      makasih mas, atas perhatiannya terhadap akses ke blog ini mas…

      pengen pindah hosting ah bentar lagi…

  8. Salam super-
    Salam hangat dari pulau Bali-
    ulasan yang sangat menarik mas…
    semangat ya…
    :flute: :flute: :flute:

  9. dafiDRiau says:

    Sepertinya teori ekonomi yang memaksa kita untuk mendapatkan kualitas 3 mas, mereka berfikir nilai ekonomis dengan mempertimbangkan nilai tukarnya…

  10. Negeri ini memang kaya ms, sy nambahin data sj ms, pemerintah dan rakyat Indonesia sampai saat ini hanya mampu mengoptimalkan kekyaan perairan Indonesia 9 % saja,sisanya tidak mampu mengatasinya. Makanya 2007, Jepang menawarkan diri untuk membantu optimalan itu,…tapi ya ujung2 nya semua dijual murah dinegeri ini. makanya alamnya sj kaya raya tp rakyatnya “miskin raya” :cbinar: :binar: :menyerah:

  11. waduh saya ndak ngerti sama ikan nih wkwkwkwk.. btw pemerintah cuma banyak janji tapi belum ada yang jalan… :tarzan:

  12. IwanKus says:

    hasil inspirasi lagi ya? atau co-writer? atau malah guest writer? kalo co-writer atau guest writer ditampilin namanya di belakang nama mas khalid donk…
    :love: :hawaii: :gaktahan: :ctp: :yayay: :cmmuuaahh:
    :ngece: :chuss: :remeh: :cno: :yes: :cngamuk:
    :ehm: :capaya: :jadimalu: :csukaria: :lala: :hawaii:

  13. Emmmh… sungguh memilukan memang!!!
    Petanyaan sebagian di antara kita sekarang. “Siapa yang dapat memperbaiki keadaan sekarang? Masih adakah kemauan untuk itu? Seperti apa solusinya?
    .-= Vidzas Erdien| Gara-Gara Candradot.com ….´s last blog ..Salah Sangka, Mbak … Dikira Mas … =-.

  14. haduuh… kok jadi miris n pesimis smua gini…
    yg di pasar1 itu dituker komputer, biar orang kecil biarpun kurus tapi bisa blogging
    .-= suarakelana´s last blog ..Sekelumit Tentang Tim Bisnis =-.

  15. ipul says:

    met malem mas khalid, sory baru berkunjung nih .mengharukan , miris ,dan menyedihkan ya …… rakyat kecil dimana-mana selalu jadi korban :cngamuk:

  16. aulia hayati says:

    wah lama gak buka blognya khalid, ternyata banyak yang comment juga ya…. :cshy:

    memang miris teman-teman, tapi itulah yang terjadi di negara ini.
    pelajaran itu saya dapat saat saya duduk di semester 3 lalu. nama mata kuliahnya Dasar-dasar Perikanan Tangkap.
    banyak sekali pelajaran yang saya dapat dari matkul tersebut, dan sebagian yang sekiranya bermanfaat saya bagikan kepada teman-teman. tujuannya sih simple, hanya mau membuka mata teman-teman untuk mengetahui keadaan indonesia saat ini, khususnya bidang perikanan.

    untuk komentarnya saya ucapkan terima kasih banyak, karna ternyata banyak teman-teman yang mau ikut memperhatikan negara ini. :yayay:

    makasih banyak yaaaa,,,,
    :yayay: :yayay: :yayay: :yayay: :yayay: :yayay: :yayay: :yayay:

  17. Agus says:

    Cie-cie,, ehem,, ehem,, :ehm:

  18. Ikut nambahin mas…negara kita memang begitu kaya akan sumber daya alam namun sebagian besar rakyat kita masih menjadi penonton saja…kalah oleh pemodal besar maupun perusahaan multi nasional lihat saja di sektor pertambangan, kehutanan dan perkebunan (terutama sawit) semua dikuasai oleh mereka. Sementara di sektor pertanian yang merupakan mata pencaharian sebagian besar masyarakat kita…dukungan pemerintah masih belum optimal, pupuk masih menjadi masalah di sebagian besar wilayah termasuk teknologi yang masih sederhana, akses perbankan hampir tidak ada sama sekali, sulitnya pemasaran dan rusaknya jaringan irigasi. Ini yang masih membelenggu para petani kita….
    .-= Sugiana Hadisuwarto´s last blog ..Ketika ide menulis ngga ada sama sekali… =-.

  19. meski negeri kita kaya, tapi kenapa petani dan nelayannya miskin? Apakah pembangunan sudah berpihak pada mereka?

  20. dida says:

    yap… dan semoga kita generasi penerus bangsa tidak menjadi generasi NATO (No Action Talk Only). Kenali negerimu, cintai negerimu
    .-= dida´s last blog ..Untukmu Ibu Indonesia =-.

  21. mbahman says:

    mas salam kenal… :csenam: saya newbie blogger..blogger lamongan

  22. ipul says:

    ini themanya sama ama imamz ya??apa saya yang salah lihat

  23. SmarterDOS says:

    Ini tulisan si beb ya? Haha
    Btw, ikut kumpul-kumpul Kompas MuDa yuk di senayan. Mau nggak? Ntar ane sama om imamz ikut. Gimana? Biar ramai. Hehe :love:

  24. iis "nenk geulis" minarty says:

    baru baca niy..

    beuh sok axis bgt dah c’tacul…padahal lo pake IM3 kan??gw siy pake 3..mau??hahahahaha
    :weq:
    tapi bolehlah..like this beud dah…
    hehehehe….
    :cmiaw:

  25. Bambangxp says:

    Iya nih kayak lagunya kang roma tapi kalau dipikir-pikir memang bener ya yang kaya makin sehat :binar:
    .-= Bambangxp´s last blog ..Moscow Review =-.

  26. Nia immOUdzZ says:

    negeri ku ..
    negara ku ..
    hiks .. hiks ..

    :ctp: :mutung:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>