Pengaruh Antusisme Terhadap Kesuksesan

Pengarus AntusiasmeBisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang berhasil dalam mencapai apa yang dia inginkan.

Seorang pengusaha beras yang berhasil, bisa dikatakan berhasil.Apabila penduduk seluruh negeri memasok beras kepada pengusaha beras tersebut.

Tapi yang gagal juga banyak..bahkan lebih banyak daripada yang yang berhasil pastinya.

Salah satu Faktor Utama keberhasilan itu menurut saya adalah ANTUSIASME.

Masalah antusiasme mungkin bisa saya perjelas lewat cerita yang memang benar-benar saya amati.

Teringat masa-masa daftar ulang mahasiswa baru di kampus saya. betapa hiruk pikuknya suasana di kampus UIN Jakarta. Banyaknya step-step yang harus dilakukan membuat semua para calon mahasiswa sibuk mengurus urusan dirinya masing-masing.

Salah satu berkas yang harus diisi dan kemudian diserahkan kepada panitianya adalah surat perjanjian yagn berisi keterangan siap mematuhi peraturan yang ada di kampus uin yang sudah ditandatangani oleh siswa dan orang tua mahasiswa.

Karena surat perjanjian itu begitu penting, maka surat itu harus dibubuhkan sebuah materai 6000.

sudah pasti yang hari itu maen datang aja tanpa persiapan, pasti belum menyiapkan materai tersebut.

Ternyata keteledoran tersebut rupanya dimanfaatkan oleh sebagian orang.

Berbondong-bondonglah para pedagang materai yang secara tiba-tiba hadir agar bisa meraup keuntungan tinggi dengan menjual materai dengan harga lebih mahal dari harga seharusnya.

pertanyaannya adalah :

1. apa pasti laku jualan materai ditengah orang yang memang butuh materai? jawabannya IYA !

2. apakah semua pedagang meraup keuntungan yang sama ?
TIDAK !

3. Adakah faktor yang membuat antara pedagang yang satu meraup untung lebih banyak dari pedagang yang lainnya ?
ADA!

4.Salah satu faktornya apa ?
ANTUSIASME !!!

Sebutlah si Marwan.

Pedagang materai yang berbadan tinggi. saat saya datang, jam 09.00 dia memegang 1 pak materai. Saat saya baru memasuki ruangan daftar ulang, dia menghampiri saya dengan langkah cepat dan langsung menawarkan saya “materainya dek” .
“Oh makasih mas saya udah bawa kok”, jawab saya.

Setelah saya tolak, dia kembali berteriak “MATERAI MATERAI” dengan suara lantang. Saya hanya berujar dalam hati, nafsu amat jualannya ya? terus teriak-teriaknya keras amat.

Saat saya mengurus validasi, saya melihat si Marwan sedang menawarkan dagangannya kepada orang yang dia temui. banyak yang nolak.. “repot juga nyari orang yang belum bawa materai ya” ujar saya.

Dari 20 orang yang dia tawarkan, paling yang beli cuma 1 orang. Selalu dia tidak berhenti keliling-keliling. dari tempat yang satu, ke tempat yang lain, lalu ke tempat yang tadi lagi. dari orang yang satu ke orang yang lain lagi. Begituuuuu terus.

Ada yang beli atau tidak, dia selalu berteriak-teriak dengan lantang “MATERAI MATERAI”

Karena proses validasi antri, saya manfaatkan untuk melihat-lihat aja tingkah-tingkah pedagang yang pada jualaan materai itu.

Oia, masalah harga, tidak ada yang beda, semua pedagang mematok dengan harga yang sama Rp 8.000 .

Tapi tingkah pedagang-pedagang yang beda. Ada yang cuma memejeng materainya saja. Ada yang yang mejeng materainya tapi sambil jalan, ada yang sambil ngomong “materai materai” tapi dengan nada biasa saja, tidak seperti si Marwan.

Dan tentu saja ada si Marwan yang udah mejeng materai di KEDUA TANGANNYA, sambil JALAN-JALAN, sambil TERIAK-TERIAK pula ! dan dengan muka penuh antusiasme seolah-olah memancarkan arti “belilah materai dari saya” .hehehe

Begitu saya ketemu marwan lagi 2 jam kemudian, materai yang dia jual sudah tinggal setengah ! dan kemudian saya ditawari untuk kedua kalinya oleh dia.

“materainya dek?” saya hanya tertawa dan berkata “kan tadi saya udah ditawarin bang, et si abang ini”. lalu diapun tersenyum dan segera keliling-keliling mencari mangsa baru lagi.

Beda dengan si Ali,Si Budi, atau si Tono mungkin yang dari pas saya ngeliat jumlah materai di tangan mereka, segitu-gituuu aja. berkurang sih berkurang, tapi sedikit sekali.

Seluruh calon mahasiswa disitu semua pada tegang, pada lelah dengan step-step yang harus dilakukan. Boro-boro nyamperin pedagang materai, yang ada semua pada ngegerutu karena udah lama, sumpek pula udaranya!

Lagi males beranjak kemana-mana, mereka yang butuh materai pasti lebih senang membeli kepada pedagang yang nyamperin mereka donk! mana mau mereka meningglkan antrian mereka untuk keluar cari materai!

Atau kalaupun bagi meraka yang sedang bengong, pasti akan tersadar saat mendengar si Marwan teriak-teriak “MATERAI MATERAI” .

Dan begitu si Marwan mendekati mereka, mereka dengan rela langsung membeli karena marwan lebih antusias pula saat menawarkan dan lebih antusias juga saat melayani pembeli.

Hikmahnya : saat kita sedang melakukan sesuatu haluntuk mencapai suatu target, lakukan dengan ANTUSIAS dan TANPA PUTUS ASA. kalo gagal, lakukan lagi dengan antusias lagi…lagi dan lagi..

Rezeki memang sudah ada jatahnya masing-masing. tapi tuhan itu adil.

Pasti Tuhan akan lebih memilih hambanya yang menyambut rezeki ( namanya menyambut, pasti dipersiapkan dan diusahakan sebaik mungkin )!

Bukan yang menunggu rezeki !

Harganya jualnya sama, yang dijual juga sama. Masa iya sich, si Ali lebih laku materainya dibanding si Marwan yang antusismenya banget-banget kayak gitu ???

sekali lagi. Tuhan itu adil.

Mari mengerjakan sesuatu dengan antusias !!! demi hasil yang maksimal.

Anda punya pendapat lain tentang pengaruh antusiasme dengan pencapaian kesuksesan Let’s Discuss 🙂