Tips Ampuh Saya Untuk Menghilangkan Kedengkian Di Hati

56 Flares 56 Flares ×

Dengki. Fiuhhhhhhh Akhirnya dapet juga pelajaran di balik kejadian ini. Saya akan berbagi kepada anda tentang saya. Ya tentang saya ! Saya yang baru menyadari kalau saya sedang terkena penyakit dengki.

Sebuah penyakit hati yang sangat tidaklah enak dan tidak sehat untuk diidap, dan bagaimana akhirnya saya bisa menyembuhkannya. Artikel yang sangat penting bagi saya untuk dibaca.

  • Bagi anda yang merasa ” wah iya tuh gw juga suka dengki , mau baca ahhh “. saya katakan : ” okey kawan semoga artikel ini bisa membantu “.
  • Bagi anda yang merasa ” wah gw mah kayaknya bersih tuh dari dengki “, berarti anda sedang kena penyakit hati sombong tipis. sombong yang sangat halus.

” aq lagi muter” legian, sekarang di pantai kuta. :-)

Kalimat di atas adalah kalimat di sms yang saya terima dari wanita yang bernama Aulia Hayati. Wanita yang hati saya sedang tertambat padanya.

Dia memang sedang berdarmawisata di Bali. Anak IPB. Semester 5. Sms itu dikirimkan kepada saya, setelah saya bertanya : ” lagi apa kamu ? ”

Yang anehnya, begitu saya tau dia telah sampai di Bali dan sedang bersenang – senang pastinya, hati saya malah gelisah dan gak suka + kesel + tak lupa iri. Sewaktu dia masih di dalam bis dalam perjalanan ke Bali, saya tidak kesel apa – apa.

Saya : ” senengnya.., Aq msh blm bs ngilangin rasa dengki aq. Ampun ampun,, ”

Aulia : ” lah kamu emang gedek ama siapa beb ”

Saya : ” Sama kamu yg lg asyik di bali. Makanya kan aq lg bingung n intropeksi..,kok bs aq gedeg dnger km lg muter2 di pantai kuta. ”

Aulia : ” aq cm sama temen2 cewe ko beb,,gda cowo’y,jd gda alesan kamu bwt cemburu, okey…”

” kalo kamu kesel karna tmpat tujuan aq Bali, berarti kamu ga terima kalo aq lebih seneng dr kamu “.

” atau kamu jealous aq bisa ke Bali pake uang aq sendiri??”

Sejujurnya setelah saya menerima sms dari dia barusan, saya terdiam. Terdiam bingung kok bisa ya saya merasa iri dan dengki. Gak enak banget ! Sayapun mulai mengingat beberapa kejadian yang baru baru saja terjadi. Ternyata saya sudah dengki untuk beberapa kejadian yang saya tidak sadari sebelumnya bahwa saya mulai mengidap penyakit hati yang bernama DENGKI.

  1. Saya dengki tatkala mengetahui bahwa Imam pernah bisa berpenghasilan $100 hanya dalam waktu 3 hari, dari berbisnis Paid To Review dan Link Sales. Saya merasa sebagai gurunya yang pertama kali mengajarinya maen Paid To Review jadi iri gitu.
  2. Ahzar, Temen dari saya kecil. Dia berhasil ke Bali dengan duitnya sendiri. Dan itu selama seminggu !!!! Saya kesel banget pas dengernya ! Dia adalah saingan saya sebagai sesama aliran ” nyari duit lewat bisnis aja pokoknya ! gak mau kerja kantoran ! “.
  3. Saat saya sempat sudah berusaha dengan keras latihan maen bulutangkis, eh tahunya saya sempet kalah juga melawan temen saya yang latihannya gak sesering saya.

 

Itu 3 kejadian dengki saya yang saya sadari bahwa semestinya gak gini ! semestinya saya gak pake benci dan gak suka !

Semestinya kalo Imam berhasil dapet $100 dalam 3 hari, harusnya bangga donk !

Semestinya kalau Ahzar sudah berhasil duluan dibandingkan saya dalam mencapai liburan ke Bali, harusnya saya gembira donk !

Ahzar Yang Dengan Tampannya Sedang Enjoy Enjoy Di Bali

Semestinya kalau yang namanya maen bulutangkis, kalau kalah gak usah pake gak suka donk. Ya namanya juga MAEN BULUTANGKIS. Ngapain marah ?

Sayapun terdiam. Terdiam sekaligus menyadari ada yang gak beres dengan diri saya. Kalau gak hati ya pasti ada mindset atau pikiran saya yang gak beres selama ini. Terutama tentang pencapaian orang lain, kesuksesan orang lain, kegembiraan orang lain dan tentang kekalahan. Pasti ada yang salah pembawaan diri saya tentang itu semua.

Saya buka sms dari Aulia Hayati lagi. Saya akan analisis satu persatu dugaan dugaan dia lewat sms tersebut. Karena dia memang seringnya lebih dahulu memahami jalan pikiran saya daripada saya sendiri.

” aq cm sama temen2 cewe ko beb,,gda cowo’y,jd gda alesan kamu bwt cemburu, okey…”

Emmmm kalaupun dia bersama laki – laki. Tampaknya saya tidak kesel. Karena ya namanya juga pergi darmawisata sekelas. ya pasti bareng barenglah. maklum juga kalo dia mengelilingi pantai bersama teman temannya. Sekelas ini, kecuali kalau berduaan. #1 = Bukan penyebab saya jadi dengki.

” kalo kamu kesel karna tmpat tujuan aq Bali, berarti kamu ga terima kalo aq lebih seneng dr kamu “.

Bisa jadi penyebabnya. Karena saya memang dahulu sering membicarakan dan membayangkan bersama dia ” betapa kayaknya Bali itu nikmat ya tampaknya “. Tanpa Balipun, yang namanya pantai dan laut, saya paling seneng banget ! Jadi kalau sekarang ternyata dia yang sudah pernah ke Bali duluan, tampaknya bisa jadi alasan ke 2 benar. #2 = Penyebab saya dengki.

” atau kamu jealous aq bisa ke Bali pake uang aq sendiri??”

Yang ini bener banget. Dia pergi dengan uangnya sendiri. Uang hasil dari dapat beasiswa. Saya iri ! seakan saya protes ke Allah, ” ya ellahhh masa yang gak pernah sedikitpun niat nyari uang, malah dikasih uang sih ya Allah ” ! malah dapet beasiswa ! sedangkan saya yang jelas jelas dari SMA, berbagai macam usaha saya lakoni demi mendambakan gelar ” lelaki yang sudah bisa mencari uang sendiri “, belom juga uang terkumpul untuk pergi ke Bali ! #3 = Penyebab saya dengki.

Setelah saya menganalisa 3 kalimat di atas, saya juga menganalisa dan menyambungkan dengan kedengkian kedengkian saya yang lain, akhirnya saya bisa menemukan permasalahannya kenapa dan dimana !

Alhamdullillah ya Allah !

Ternyata penyebabnya dengki adalah……………. eng ing eng

Tidak menyiapkan Kantong Kedua di Hati


Untuk beberapa kegiatan yang saya sukai, tanpa ada pernyataan lomba resmipun, Saya akan menganggapnya lomba. Seperti bukutangkis,karena saya suka, saya menjadikan teman teman saya sebagai tantangan untuk dikalahkan.

Bukan menjadikan setiap kegiatan sebagai tantanganlah yang salah, tetapi karena saya tidak menyiapkan kantong kedua di hati saya. Maksudnya kantong kedua apa ?

Kakak saya pernah berkata :

” Khol, biasain siapin kantong kedua di hati kholid. Jadi kalo ternyata kejadiannya gak seperti yang sedang diharapkan, Kholid bisa ikhlas menerimanya. jadi kecewa atau sakit hatinya gak lama “

Ya saya mengerti sekarang maksud kakak saya. Apabila seorang istri yang sedang merawat suaminya dirumah sakit, pasti harapannya adalah kesembuhan suaminya. Semua usaha yang dilakukan oleh dokter, juga agar yang diharapkan adalah sebuah kesembuhan sang suami tersebut.

Namun apabila suaminya ternyata harus meninggal, maka sudah sepatutnya sang istri menyiapkan kantong kedua di hatinya bukan ? yaitu kantong Ikhlas menerima kalau yang terjadi justru bukan yang seperti yang diharapakan ! alias suaminya meninggal.

Sama seperti saya. bagus bagus saja kalau saya sering menganggap teman sepermainan saya sebagai lawan tanding saya. Entah lawan bisnis, lawan bulutangkis, lawan ngasilin uang dari bisnis internet. Bagus ! Menjadi termotivasi ! tetapi harusnya saya bisa menyiapkan kantong kedua di hati saya, Apabila yang terjadi pada diri saya adalah sebuah kekalahan. Bukan sebuah kemenangan yang saya harapkan ! Saya harus ikhlas itu. Kalau tidak yang terjadi adalah saya dengki dengan yang sang pemenang !

Semakin direnungkan, benar juga nasehat kakak saya. Tetangga yang iri kepada tetangganya yang lebih kaya, sebenerya juga karena mereka tidak menyiapkan kantong kedua di hati mereka. Yaitu kantong hati untuk menerima bahwa tetangganya lebih bisa membuat keluarganya kaya raya, sementara dia tidak.

Rangkuman Untuk Bisa Menghindari Dengki :


Siapkan Kantong untuk Ikhlas untuk sebuah kejadian yang mungkin saja berlawanan dengan yang kira harapkan atau kita usahakan. Apalagi untuk hal – hal yang berhubungan dengan pertandingan dan takdir Allah.

Sangat Penting untuk menyiapkan kantong hati kedua. Kalau tidak, kita akan mudah terkena penyakit kedengkian. Dengan dengki tidak ada untung – untungnya ! Kalau dengan dengki orang yang kita dengki jadi kalah, silahkan. Ternyata tidak begitu kejadiannya.

Dengan dengki, justru akan membuat kekalahan atau ujian yang sedang diberikan oleh Allah di hidup kita, akan terasa semakin berat dan memuakkan.

Terus pertanyaannya :

” Buat Apa Terus Terusan Dengki ??? “


56 Flares Facebook 51 Twitter 4 Google+ 1 56 Flares ×

56 Flares Facebook 51 Twitter 4 Google+ 1 56 Flares ×