Khalid Abdullah |

Nov/09

6

Pengaruh Antusisme Terhadap Kesuksesan

Pengarus AntusiasmeBisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang berhasil dalam mencapai apa yang dia inginkan.

Seorang pengusaha beras yang berhasil, bisa dikatakan berhasil.Apabila penduduk seluruh negeri memasok beras kepada pengusaha beras tersebut.

Tapi yang gagal juga banyak..bahkan lebih banyak daripada yang yang berhasil pastinya.

Salah satu Faktor Utama keberhasilan itu menurut saya adalah ANTUSIASME.

Masalah antusiasme mungkin bisa saya perjelas lewat cerita yang memang benar-benar saya amati.

Teringat masa-masa daftar ulang mahasiswa baru di kampus saya. betapa hiruk pikuknya suasana di kampus UIN Jakarta. Banyaknya step-step yang harus dilakukan membuat semua para calon mahasiswa sibuk mengurus urusan dirinya masing-masing.

Salah satu berkas yang harus diisi dan kemudian diserahkan kepada panitianya adalah surat perjanjian yagn berisi keterangan siap mematuhi peraturan yang ada di kampus uin yang sudah ditandatangani oleh siswa dan orang tua mahasiswa.

Karena surat perjanjian itu begitu penting, maka surat itu harus dibubuhkan sebuah materai 6000.

sudah pasti yang hari itu maen datang aja tanpa persiapan, pasti belum menyiapkan materai tersebut.

Ternyata keteledoran tersebut rupanya dimanfaatkan oleh sebagian orang.

Berbondong-bondonglah para pedagang materai yang secara tiba-tiba hadir agar bisa meraup keuntungan tinggi dengan menjual materai dengan harga lebih mahal dari harga seharusnya.

pertanyaannya adalah :

1. apa pasti laku jualan materai ditengah orang yang memang butuh materai? jawabannya IYA !

2. apakah semua pedagang meraup keuntungan yang sama ?
TIDAK !

3. Adakah faktor yang membuat antara pedagang yang satu meraup untung lebih banyak dari pedagang yang lainnya ?
ADA!

4.Salah satu faktornya apa ?
ANTUSIASME !!!

Sebutlah si Marwan.

Pedagang materai yang berbadan tinggi. saat saya datang, jam 09.00 dia memegang 1 pak materai. Saat saya baru memasuki ruangan daftar ulang, dia menghampiri saya dengan langkah cepat dan langsung menawarkan saya “materainya dek” .
“Oh makasih mas saya udah bawa kok”, jawab saya.

Setelah saya tolak, dia kembali berteriak “MATERAI MATERAI” dengan suara lantang. Saya hanya berujar dalam hati, nafsu amat jualannya ya? terus teriak-teriaknya keras amat.

Saat saya mengurus validasi, saya melihat si Marwan sedang menawarkan dagangannya kepada orang yang dia temui. banyak yang nolak.. “repot juga nyari orang yang belum bawa materai ya” ujar saya.

Dari 20 orang yang dia tawarkan, paling yang beli cuma 1 orang. Selalu dia tidak berhenti keliling-keliling. dari tempat yang satu, ke tempat yang lain, lalu ke tempat yang tadi lagi. dari orang yang satu ke orang yang lain lagi. Begituuuuu terus.

Ada yang beli atau tidak, dia selalu berteriak-teriak dengan lantang “MATERAI MATERAI”

Karena proses validasi antri, saya manfaatkan untuk melihat-lihat aja tingkah-tingkah pedagang yang pada jualaan materai itu.

Oia, masalah harga, tidak ada yang beda, semua pedagang mematok dengan harga yang sama Rp 8.000 .

Tapi tingkah pedagang-pedagang yang beda. Ada yang cuma memejeng materainya saja. Ada yang yang mejeng materainya tapi sambil jalan, ada yang sambil ngomong “materai materai” tapi dengan nada biasa saja, tidak seperti si Marwan.

Dan tentu saja ada si Marwan yang udah mejeng materai di KEDUA TANGANNYA, sambil JALAN-JALAN, sambil TERIAK-TERIAK pula ! dan dengan muka penuh antusiasme seolah-olah memancarkan arti “belilah materai dari saya” .hehehe

Begitu saya ketemu marwan lagi 2 jam kemudian, materai yang dia jual sudah tinggal setengah ! dan kemudian saya ditawari untuk kedua kalinya oleh dia.

“materainya dek?” saya hanya tertawa dan berkata “kan tadi saya udah ditawarin bang, et si abang ini”. lalu diapun tersenyum dan segera keliling-keliling mencari mangsa baru lagi.

Beda dengan si Ali,Si Budi, atau si Tono mungkin yang dari pas saya ngeliat jumlah materai di tangan mereka, segitu-gituuu aja. berkurang sih berkurang, tapi sedikit sekali.

Seluruh calon mahasiswa disitu semua pada tegang, pada lelah dengan step-step yang harus dilakukan. Boro-boro nyamperin pedagang materai, yang ada semua pada ngegerutu karena udah lama, sumpek pula udaranya!

Lagi males beranjak kemana-mana, mereka yang butuh materai pasti lebih senang membeli kepada pedagang yang nyamperin mereka donk! mana mau mereka meningglkan antrian mereka untuk keluar cari materai!

Atau kalaupun bagi meraka yang sedang bengong, pasti akan tersadar saat mendengar si Marwan teriak-teriak “MATERAI MATERAI” .

Dan begitu si Marwan mendekati mereka, mereka dengan rela langsung membeli karena marwan lebih antusias pula saat menawarkan dan lebih antusias juga saat melayani pembeli.

Hikmahnya : saat kita sedang melakukan sesuatu haluntuk mencapai suatu target, lakukan dengan ANTUSIAS dan TANPA PUTUS ASA. kalo gagal, lakukan lagi dengan antusias lagi…lagi dan lagi..

Rezeki memang sudah ada jatahnya masing-masing. tapi tuhan itu adil.

Pasti Tuhan akan lebih memilih hambanya yang menyambut rezeki ( namanya menyambut, pasti dipersiapkan dan diusahakan sebaik mungkin )!

Bukan yang menunggu rezeki !

Harganya jualnya sama, yang dijual juga sama. Masa iya sich, si Ali lebih laku materainya dibanding si Marwan yang antusismenya banget-banget kayak gitu ???

sekali lagi. Tuhan itu adil.

Mari mengerjakan sesuatu dengan antusias !!! demi hasil yang maksimal.

Anda punya pendapat lain tentang pengaruh antusiasme dengan pencapaian kesuksesan Let’s Discuss :-)

Untuk berlangganan Artikel di blog Khalid Abdullah.Com, masukan E-Mail anda dan klik "Subscribe",

GRATIS !!!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Jumlah yang Sudah Berlangganan



Powered By WP Footer

· · · · · ·

24 comments

  • mashengky.com · November 6, 2009 at 4:04 pm

    setuju banget dengan 4 point di atas. artikel yang sangat cerdas! salut!

    [Reply]

    Reply

  • Khalid Abdullah · November 7, 2009 at 7:04 am

    @ mas hengky : :-) makasih mas Hengky… menggambarkan mas Henky juga dalam berbisnis VCC juga khan mas ?! Sangat antusias dan percaya diri dalam kualitas. :-)

    [Reply]

    Reply

  • online-business-story.com · November 7, 2009 at 8:03 am

    setuju.. rejeki memang harus disambut, malah harus dijemput.

    Seperti halnya mas khalid yang antusias untuk selalu komentar di blog saya… hehe

    Salam Kreatif,
    Octa Dwinanda

    [Reply]

    Reply

  • yudiacro · November 7, 2009 at 9:11 pm

    Artikelnya bagus Mas :)
    Antusiasme memang sering menjadi bahan bakar penting dalam melakukan sesuatu.

    [Reply]

    Reply

  • Admin comment by Khalid Abdullah · November 7, 2009 at 10:42 pm

    @ yudiacro : makasih mas… :-)

    benar mas…. kalo antusiasme… seperti pake pertamax kesuksesan lah gitu… makasih ya mas kunjungannya… :-)

    [Reply]

    Reply

  • Khalid Abdullah · November 7, 2009 at 10:45 pm

    @ online-business-story.com : Ah mas Octa bisa aja :-)

    [Reply]

    Reply

  • andry sianipar · November 8, 2009 at 1:55 am

    salam super,,,
    antusiasme biasanya mencerminkan motivasi juga ya mas? semakin besar motivasinya semakin besar pula antusiasme nya !!!

    [Reply]

    Reply

  • Admin comment by Khalid Abdullah · November 8, 2009 at 7:37 pm

    @ andry sianipar : salam super mas ! kayak pak Mario Teguh aja ! hahaha benar mas semakin besar motivasi, semakin besar pula antusiasmenya, dan itu semua semakin mendekatkannya pada apa yang dia tuju. :-)

    [Reply]

    Reply

  • Fulblogging · November 9, 2009 at 12:16 pm

    Salam kenal. antusias demi hasil yang maksinal, salut deh…

    [Reply]

    Reply

  • Agus Siswoyo · November 9, 2009 at 3:03 pm

    Hhhh…
    membaca artikel ini seperti dapat bonus akhir tahun. Maknyess di hati… :d

    [Reply]

    Reply

  • u_fe - bear · November 9, 2009 at 8:29 pm

    wah, bagus kholido!
    emank bener, Tuhan itu adil.. seperti jodoh yg memang sudah ada takdirnya, tapi tetap harus kita cari dan jemput, bukan hanya mengunggu! rejeki juga seperti itu.. Tuhan pasti kasihan melihat hambanya yg sudah sungguh2 tapi belum berhasil, maka Dia melihat kesungguh2an kita untuk diberi keberhasilan..seperti kata abang saya Taufik, segala sesuatunya itu ada kepantasannya..
    artikel yg bagus :)

    [Reply]

    Reply

  • Khalid Abdullah · November 10, 2009 at 8:49 pm

    @ full bloging : Oke mas Salam kenal juga… :-)

    [Reply]

    Reply

  • Khalid Abdullah · November 10, 2009 at 8:51 pm

    @ Agus Siswoyo : Teriama kasih mas kalau begitu… terimakasih atas kunjungannya ya mas :-)

    [Reply]

    Reply

  • Khalid Abdullah · November 10, 2009 at 8:52 pm

    @ u-fe : jyahhhh bawa-bawa jodoh kau fe ! mau nikah mbak ! hahahaha

    [Reply]

    Reply

  • Michele Watch · April 20, 2010 at 12:26 pm

    When he who hears does not comprehend what he who speaks means, and when he who speaks does not know what he himself means, that is moral

    [Reply]

    Reply

  • Movado · April 20, 2010 at 7:44 pm

    The headland of plan for after our attentiveness to conduct in object is to lodge upon the brightest parts in every likelihood, to command improbable the thoughts when event upon sickening objects, and strain to be in seventh heaven with the at this point in time the time being circumstances adjacent us

    [Reply]

    Reply

  • Nautica · April 20, 2010 at 11:18 pm

    No man lives without jostling and being jostled; in all ways he has to elbow himself through the world, giving and receiving offence.

    [Reply]

    Reply

  • Nautica Chronograph · April 21, 2010 at 1:59 pm

    Written laws are like spiders’ webs, and will, like them, merely confuse and hold the poor and feeble, while the profuse in and authoritative will-power almost certainly break through them.

    [Reply]

    Reply

  • Nike Watch · April 21, 2010 at 6:49 pm

    And you at the end of the day have to a consensus, where you proceed a judgement of what unusually ought to be done, and then they entrust it to me and then I take it. I average draw up it in the drift, the thoughtful sense.

    [Reply]

    Reply

  • Nike Triax · April 21, 2010 at 10:44 pm

    And you at the last moment win to a consensus, where you get a sense of what really ought to be done, and then they give it to me and then I take it. I utilizing a instrument draw it in the brains, the theoretical sense.

    [Reply]

    Reply

  • Nixon · April 23, 2010 at 12:21 pm

    And you finally have to a consensus, where you proceed a sense of what really ought to be done, and then they entrust it to me and then I draw it. I utilizing a instrument draw up it in the sense, the contemplative sense.

    [Reply]

    Reply

  • Nivada · April 23, 2010 at 3:37 pm

    And you in the long run get to a consensus, where you get a nous of what unusually ought to be done, and then they provide it to me and then I take it. I without fail frame it in the brains, the philosophical sense.

    [Reply]

    Reply

  • Nixon · April 23, 2010 at 8:02 pm

    And you in the long run get to a consensus, where you proceed a drift of what unusually ought to be done, and then they give it to me and then I use it. I without fail delineate it in the sentiment, the thoughtful sense.

    [Reply]

    Reply

  • Cheat GTA San Andreas · July 22, 2010 at 6:14 pm

    wah benar2 memotivasi :D everyone will get a succes :)
    Cheat GTA San Andreas´s last blog ..Daftar Harga Kamera DigitalMy ComLuv Profile

    [Reply]

    Reply

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

<<

>>