3 Keadaan Dimana Uang Tidak Diperlukan Lagi

Beberapa hari ini saya diajak liburan ke pantai di Anyer bersama teman saya yang ulang tahun.

Khalid Abdullah

Sepanjang hari dihabiskan oleh banyak canda dan tawa.

Hingga lelah, dan langsung blesek tidur.

Saat tengah malam hari di villanya, jam 3., saya bangun.

Lalu diem sejenak. Merenung.

Memutuskan untuk mandi, jebyar jebyur seger benerrr.

Lalu sholat Isya yang sudah diniatkan dilaksanakan tengah malam.

Setelah sholat, terdiam karena tiba-tiba mendapatkan inspirasi.

Saya tiba-tiba memikirkan apabila saya kaya nanti, setelah berpenghasilan sekitar $7000 / month, kira-kira apa yang bisa membuat saya tetap tidak menikmati hidup.

Apa yang membuat saya tidak bisa merasakan ketenang seperti yang saya rasakan sekarang ini ???

Karena saya masih yakin, salah satu cara agar bisa menikmati hidup ya dengan adanya uang. Uang memang bukan segalanya, tapi hampir segalanya butuh uang.

Melayanglah ingatan saya pada 2 artikel yang sangat berkesan di otak saya.

1. Artikel Mbak Delia yang Kerinduan Orang Tua itu.

2. Artikel Mas Budhi Kusuma Wardhana yang Ayah Entar Malam Pulang, Ya….

Di artikel pertama dijelaskan betapa seseorang yang sudah kaya di hari tua pun, masih bisa merasakan kekosongan dalam hidupnya.

Kekosongannya kenapa, silahkan saja baca artikelnya.

Di artikel kedua dijelaskan betapa anak itu merindukan kehadiran orang tuannya. Tidak peduli kita menghasilkan uang seberapa banyak. Atau etapa kita bisa menghasilkan emas berpuuh-puluh kilogrma.

No !

Yang dibutuhkan dari anak kita adalah kehadiran dan kasih sayang dari kita.

Lengkapnya dibaca sendiri saja.

Lalu saya juga mengingat kembali canda tawa yang baru saja saya lewati seharian.

Lahirlah artikel ini…,

Saya bilangnya, 3 keadaan dimana uang tidak berguna man !

1. Saat tidak adanya kasih sayang yang mengelilingi kita.

Entah itu keluarga, entah itu kekasih atau istri, entah itu anak, atau entah itu rasa persahataban yang begitu kental.

Kita butuh cinta.

Bullshit kalau ada orang yang sanggup bertahan hidup dan menikmatinya tanpa cinta.

Kembali saya menyarankan untuk membaca lagi artikel Kerinduan Orang Tua itu untuk menjelaskan betapa uang banyakpun tidak akan berarti, kalau kita jauh dari kasih sayang dan cinta.

Serta artikel yang dapat memperkuat pemahaman akan pentingnya kasih sayang di dalam hidup kita. Terutama kebutuhan anak akan kasih sayang orang tuanya.

Saran buat diri sendiri dan para pembaca : Sekeras-kerasnya bekerja, tetap jangan lupakan orang-orang disekitar kita. Keluarga, teman, tetangga, saudara. Karena saat kita dilanda kesepian, bukan uanglah yang akan tersenyum hangat ke kita

2.  Saat Badan Sakit, Lemah Ttidak Berdaya

Bekerja keras sedemikian kerasnya hingga akhirnya hari tua atau di kemudian hari mengalami sakit.

Lah buat apa kalau ujung-ujungnya sakittttt ????!!!!

Hei itu namanya kerja keras yang percuma !

Kalo sakit itu, hidup tidak enak bukan ?

  • Secara sudut pandang menikmati hidup akan berkurang. Banget ! Apalagi kalau sakit yang sampai terbaring di kasur saja.
  • Secara sudut pandang keuangan juga percuma. Yaiyalah, uang yang sudah didapatkan ternyata harus bayar buat biaya sakitnya itu. Percuma toh ?
  • Secara sudut pandang waktu juga percuma. Saat kita terbaring sakit, wah waktu terbuang. Padahal kalau saja tidak sakit, mungkin waktu 3 hari terkapar di kasurnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang oebih baik.

Waktu itu tidak bisa memutar balik loh. Kalau lagi nonton film, film bisa diulang. Lah waktu ??? Dimundurin satu detik juga gak bisa.

Saran buat diri sendiri dan para pembaca :

Jangan samapai terlalu terlau terlalu keras dalam bekerja. Ingat olahraga.

Ingat juga keberkahan harta yang dihasilkan, agar tidak menghasilkan uang yang tidak halal, dan bisa menyebabkan sakit dikemudian hari.

3. Tidak bisa merasakan ketenangan jiwa dari sang Illahi Rabbi.

Bukannya sok yang sudah bisa menikmati banget beribadah, tapi saya jujur saja, saat saya bangun malam, dan melaksanakan ibadah sholat malam, sebeleum akhirnya saya mendapatkan renungan ini…. saya merasakan sejuk bangettttt hati ini.

:love:

Disitulah saya mendapatkan sebuah keadaan lagi yang uang tidak akan dibutuhkan lagi,

Yaitu : Ketenangan jiwa.

Ketenangan jiwa disni kalau dijabarkan sederhannya adalah : ibadah kepada Allah Sang Pencipta Alam semesta ini.

Saya teringat kepada cerita-cerita yang saya baca tentang orang-orang Atheis.

Orang Atheis itu sekaya, seganteng, sesehat apapun, tetap ada rasa bahagia yang kurang. tetap ada yang bolong di hatinya.

Ya, mereka tidak punya rasa ” ada yang melindungi gw “.

Tak perlu susah-susah cari contohnya.

Lihat saja zionist israel…., kelakuannya aneh khan. Bantai orang mulu.

Yap ! semenguasai-menguasainya ekonomi dunia, meraka para orang-orangnya tidak akan pernah menemukan kebahagiaan dan ketentraman di hatinya.

Gak punya Tuhan !

Gak punya Iman !

Gimana mau tenang dan tentram ???

Saran buat diri sendiri dan para pembaca : Jangan lupakan tentang pentingnya menjaga keimana kita kepada Tuhan kit masing-masing. Karena tanpa ketentraman akan iman, uang mau sekaya apapun juga percuma.

Banyak klien ibu saya yang isinya pengen bunuh diri melulu, padahal udah S3, kaya raya, istri cantik, rumah gede dan jumlahnya 5. Kok mau bunuh diri sih ???!!!!

Ternyata mereka tidak pernah memupuk iman.

penutup : Pasti masih ada lagi, keadaan-keadaan dimana uang tidak dibutuhkan lagi, tapi  3 keadaan yang sudah saya jabarkan itu, semoga bisa memberikan pelajaran buat anda dan saya.