Ketidakterlekatan V.S ketidaktertarikan

Hukum Ketertarikan.

Prolog

Artikel ini terinspirasi dari artikelnya mas Fadly Muin yang berjudul : Benarkah Rejeki Datang Sendiri ?

Sehabis membaca itu, di dalam hati berkata . ” Iya ya… bener juga sih. Tapi gak juga ahhh. “

Pembahasan

Sekarang gini sodara – sodara. Pernah gak denger atau baca gitu bahwa kita harus memimpikan apa yang kita inginkan, dan selalu berusaha untuk menggapainya, dan tak lupa untuk selalu mengangan-angankannya ?

Pasti pernahlah.

Intinya kita harus selalu berusaha dan pantang mundur dalam mengejar mimpi-mimpi kita. Termasuk mengejar rejeki, dan juga mengejar kekasih.

Pasti pernah dengar kan !

Sekarang pertanyaannya saya adalah :

Kenapa ada orang yang sama berusahanya, sama fokusnya, sama kerja kerasnya, sama ilmunya, sama gurunya, sama penerapannya, sama metodenya, TAPI hasil yang didapat diantara kedua orang tersebut berbeda.

Kalau beda tipis sih tidak masalah, tapi kalau bedanya bagaikan bumi dan langit ??? Yang satu berhasil caspleng untung buanyak eh, yang satunya gagal total !

Jawaban yang ada biasanya :

” Semua udah ada yang ngatur kok “


Really ???

Pernahkan anda perlu menjual sesuatu ? Entah mobil atau rumah. Siapa yang menginginkannya ? Tidak ada. Anda pun menurunkan harganya. Siapa peduli ? Tidak ada ! Prinsipnya ? Ketika anda sangat menginginkannya, hasilnya justru nihil.

Sudah setengah tahun Andi tanpa pacar, dan Andi putus asa. Lalu membeli buku cara menjatuhkan hati wanita dan melatihnya ke beberapa wanita.

Namun setelah berusaha mendekati semaksimal mungkin ! si Ika, Dina, Mila, dan Mirna tetap saja menolaknya ketika Andi mengatakan cinta.

Lalu Andi pasrah, dan mengatakan kepada diri sendiri : ” Aku sekarang tidak perlu punya pacar. Aku bisa bahagia walaupun sendirian. Aku sekarang akan mendekati mereka tanpa berharap mereka akan mau menjadi pacarku “

Tiba – Tiba Ika, Dina, Mila, dan Mirna menelfonnya untuk mengajaknya nonton bareng ! Andi sekarang yang bingung mau pilih yang mana !

Contoh lagi !

Sebuah argumentasi adalah contoh klasiknya. Apa yang terjadi ketika Anda menginginkan seseorang untuk mengubah pikirannya sesuai kehendak anda ? Akankah ia mengubahnya ? Jangan berharap!

Akan tetapi, coba anda berhenti mendorongnya, maka sering ia menerima cara berpikir anda dan mengatakan : ” Kayaknya lu bener deh “. Gw ikut cara lu deh.

Jadi…,

Setiap kali kita terlibat dengan sangat erat secara emosional terlekat pada harapn atau kejadian, kita justru menghalanginya. Sisi kebalikan dari prisnsip ini adalah : ” Rilekslah sedikit maka ” Aha ! “

Setiap kali Anda sangat menginginkan sesuatu, agar ditelfon oleh seseorang, agar suami berhenti merokok, agar anda mendapat promosim agar bos anda menunjukkan sikap simpatinya kepada anda, saat itulah ! anda menciptakan energi di sekeliling Anda yang justru menjauhkan apa yang Anda inginkan tersebut.


Gak Perlu Berusaha dan Ingin Apapun Donk ???

Siapa bilang ????!!!!

Ketidakterlekatan V.S ketidaktertarikan

Ketidakterlekatan bukanlah ketidaktertarikan. Anda mungkin saja tidak terlekat, namun tetap sangat bertekad. Orang yang tidak terlekat namun tetap bertekad mengetahui bahwa upaya dan hasil kerja yang sangat baik pada akhirnya akan diberikan imbalan.

Tom melamar pekerjaan baru di Microsoft. Dia sangat bersemangat dan mempersiapkan diri dengan sangat baik. Tom menuliskan wawancara dan mempersiapkan diri dengan baik dengan melatihnya di depan cermin.

Tom juga membeli sepatu baru dan menggunting rambutnya. Datang lebih awal untuk wawancara dan Tom memberikan kemampuan yang terbaiknya.

Berikutnya ? Tom pulang dan melanjutkan kehidupannya. Mempersiapkan dirinya untuk wawancara wawancara lain untuk lamaran kerja berikutnya. Kalau tidak direkrut oleh Microsoft, mungkin sama Google, Apple, atau perusahaan yang lain.

Tom akan mengatakan : ” Siapa peduli dan untuk apa repot – repot memikirkan diterima atau tidak “

Sedangkan James si putus asa berkata : ” Kalau gw gak diterima sama Microsoft, mati gw ! “

Hasilnya ?

Tom diterima. James ditolak oleh Microsoft.


Intinya……,

Alam suka kita tertarik dengan apa yang kita inginkan, tetapi tidak suka jika kita terlekat kepada yang kita inginkan. Makin emosi kita cuek dengan hasilnya, justru alam yang akan merasa menyesal jika tidak memberikan kita apa yang kita minta, setelah kita bekerja keras.

Semakin emosi anda terlekat banget ( ngarep ) dengan yang kita inginkan, semakin merasa jual mahal si alam untuk memberikan hasilnya kepada kita.

Tak peduli itu untuk mengejar uang, penjualan produk kita,kesuksesan, kepintaran, prestasi, kesehatan, ataupun orang yang dicintai ! Berjuang semaksimal mungkin, dan lupakan hasilnya ! Mereka yang akan datang sendiri.

Itulah sedikit ilmu dari saya tentang seluk beluk Hukum Ketertarikan.