Begitu banyak orang-orang besar di dunia ini yang selalu merendah dengan kemampuan masing-masing yang sudah jelas-jelas sangat hebat. Dan kita pasti agak sedikit gereget begitu si orang besar tersebut malah merendah + berkata masih dangkal ilmunya.

Lebih “parahnya” lagi ( bagi kita ) mereka selalu rela menghabiskan waktu dan uang dalam jumlah banyak untuk tetap terus belajar agar lebih pandai dibidangnya, padahal ilmu mereka sudah Masya Allah, Subhanallah, Alhamdullillah.

Kenapa rata-rata orang yang hebat dibidangnya, sikapnya merendah + terus-terusan belajar melulu ya?

Sebagai contoh, tidak usah yang jauh-jauh dari luar negeri. Yang dari Indonesia saja.

Tung Desem Waringin. Sudah jelas dia adalah pebisnis sekaligus motivator kaya raya di jagat Indonesia. Dan uang yang dihasilkan sudah kisaran ratusan juta nahkan milyaran setiap tahunnya. Tapi tetap saja dia selalu membeli buku dan belajar kepada motivator-motivator lain seperti Anthony Robbin. Dan tidak sedikit uang yang dia keluarkan untuk itu. Ribuan dollar / satu kali ikut seminar ataupun workshop luar negeri !
Salah satu seminarnya seharga $ 3500 !
Memangnya kurang ??!!

Adi W Gunawan. Seorang pakar otak yang dijuluki #1 The Re-Educator & Mind Navigator di Indonesia ini dan hanya satu-satunya di negeri ini. Sudah jelas dia begitu pakar dalam bidang otak. Tapi tetap saja menghabiskan dana 300 juta dan 100 juta untuk mengikuti pelatihan otak lagi kepada master otak seperti Anne Wise dan yang lainnya. ( seperti yang dikatakannya dalam seminar yang saya ikuti ). 400 juta itu duit yang banyak kan ???

Gamaliel Martin dan Welly Mulia. Dua-duanya adalah Internet Marketer sukses yang diakui di dunia Bisnis Internet Indonesia. Gamaliel Martin sendiri berhasil menghasilkan 15 juta / minggu dan US$ 9,715.68 hanya dengan menjual tulisan 7-15 halaman. Dan Welly Mulia yang berhasil menghasilkan $580.04 / Bulan dari satu blog. Tetap saja keduanya terus dan terus belajar dilengkapi rela mengeluarkan ribuan dollar untuk belajar tentang Internet Marketing lagi. Memangnya ilmunya belum cukup apa ??!!

Aisyah Ibadi dan Winna Soleha. Dua-duanya adalah teman sekolah perempuan saya semasa SMP dan SMA. Sudah tau juara 1 melulu. Terus diakui pandai banget, tetap saja selalu rajin belajar dan mengikuti les tambahan ! Sampai teman-teman berkata “ kurang pinter apaaaa coba itu anak ??!! belajar mulu !“

Kalau dipikir, direnungkan, dan dihayati lebih seksama dan lebih tersedu – sedu ( emangnya nangis ! ), mereka itu sebenarnya bukannya merendah, tetapi mereka memang menganggap ilmu mereka masih belum cukup.

Ya gak sih ??!!

Saya baru mendapatkan jawabannya ketika saya meresapi pesan manajemen yang disampaikan oleh Gede Prama

Saat anda merasa seperti mangga yang telah masak, maka sebentar lagi Anda akan membusuk ! Maka Jadilah mangga yang masih mentah sehingga anda senantiasa mematangkan diri.

Ituuuuu ! Itu dia !

Pantas saja mereka selalu mau terus belajar dan belajar dan tidak peduli terhadap waktu dan biaya yang dikeluarkan.

Mereka selalu merasa dirinya belum matang ! makanya mereka selalu belajar dan terus belajar, walaupun lingkungan telah berkata : “ sudahlah…engkau yang nomor satu kok. Udah hebat kok “

Seakan-akan pujian kita terhadapnya, dijawab dengan “ Hei itu pendapat anda ! “, “ Kalo Ai em sih masih kurang ! “. Kata mereka dalam hati.

Kesimpulannya : Kalau kita sedang menekuni suatu bidang keahlian atau mengejar suatu pencapaian tertentu, selalulah merasa ilmu kita belum matang. Dengan begitu kita akan selalu mematangkan diri dengan terus belajar dari sumber manapun.

Dan kalau kita mendapat pujian atas prestasi yang kita capai, ucapkan terimakasih dan merendah yang memang dari hati. Dan selalu matangkan diri anda dengan terus dan terus belajar. Karena yaaaa itu tadi. Kalau kita sudah merasa matang dengan ilmu kita, bersiap – siaplah busuk.

Allright ???