Mendidik Anak Cerdas. Artikel yang memberikan gambaran Bagaimana Mendidik Anak Cerdas.

Hai, saya Aulia Hayati.

Sebelumnya saya pernah menuliskan artikel di blog khalid Abdullah ini. Mudah”an artikel yang saya buat bermanfaat untuk pembacanya. ^_^ :sokkeren:

Pada artikel ini saya akan berbagi mengenai pengetahuan yang saya dapat mengenai cara agar seorang anak tumbuh menjadi anak yang cerdas.  Khalid Abdullah pernah menuliskan artikel Mengapa Bangsa Yahudi Bisa Sedemikian Pintarnya, namun bagi saya membuat seorang anak menjadi pintar tidak hanya diadaptasi dari cara orang-orang Yahudi.

Pada awalnya seorang janin yang berada dalam rahim ibu tumbuh dan berkembang untuk mencapai perkembangan yang sempurna hingga lengkaplah semua organ serta alat indera pada tubuh bayi tersebut, tentunya bayi belum bisa belajar apa-apa didalam sana.

Pada fase ini, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar membantu bayi dalam mengembangkan fungsi otaknya.

1. Cara yang pertama adalah dengan MAKANAN.

Asupan gizi yang cukup serta mengandung banyak nutrisi  akan banyak membantu perkembangan otak bayi. Makanan yang baik diantaranya adalah seafood atau ikan-ikanan.

Kenapa???

Ikan merupakan hasil laut yang memiliki kandungan protein tinggi diatas 15%. Protein merupakan gabungan dari asam amino yang mana asam amino merupakan penyusun dasar sel-sel dalam tubuh kita. Selain itu ikan mengandung asam lemak tak jenuh seperti EPA dan DHA yang sangat membantu dalam perkembangan otak bayi, perkembangan retina mata, serta sel-sel syaraf motorik.

Kalo gak percaya, coba aja liat di kemasan susu formula bayi, atau dari iklan-iklan susu formula bayi yang ada di tipi pasti banyak tu bacaan di depannya atau promosinya yang nyebutin “Mengandung DHA & EPA serta bla…bla…bla… yang berfungsi untuk bla…bla…bla…”. Pastinya harga susu formula tersebut gak murah alias mahal.

Padahal kalo kita liat asal usulnya, DHA dan EPA pada susu bayi di ekstrak dari IKAN.

Hellow… ikan!

Mungkin bagi ibu rumah tangga yang suaminya berpenghasilan tinggi gak masalah beli susu formula, lah gimana coba sama ibu-ibu dengan penghasilan pas-pasan tapi pengen anaknya bisa cerdas juga??

Gak usah bingung buu, anak cerdas bukan gara-gara susunya yang mahal, toh nutrisi baik dari susu tersebut dihasilkan oleh ikan yang menurut saya bisa di jangkau oleh semua ibu-ibu.

Dosen saya Ibu Sri Purwaningsih juga pernah mengatakan bahwa anak-anak yang tinggal disekitar pesisir pantai kepulauan seribu memiliki perkembangan yang baik dibandingkan dengan anak-anak yang tinggal di daerah perkotaan. Mereka lahir dengan berat badan rata-rata 4 kg, dan hal ini dikarenakan selama hamil ibu-ibu tersebut mengonsumsi ikan seriap harinya.

So, kalo ada ikan, buat apa susu formula?!

2. Cara yang kedua adalah dengan menghadirkan RANGSANGAN

Selain makanan, RANGSANGAN dari luar seperti musik klasik juga membantu perkembangan otak bayi. Tidak perlu lama-lama, sekitar 30 menit setiap harinya sudah cukup, nanti kalo kelamaan bayinya bisa dansa di dalem perut lagi!

Hahaha…

:hawaii:

Selanjutnya bayi akan tumbuh dan berkembang seperti anak-anak pada umumnya. Bayi yang sudah mulai beranjak menjadi batita akan membutuhkan mainan sebagai hiburan, sebaiknya berikan MAINAN EDUKATIF yang akan merangsang daya pikir anak-anak. Anak pada usia pertumbuhan memiliki rasa ingin tau yang sangat tinggi. Jika ia diberikan mainan yang hanya membuatnya senang tanpa berpikir, ia akan cepat merasa bosan dengan mainan tersebut. Sementara anak dengan mainan edukatif akan merasa tertantang dan mencari tau cara untuk menyelesaikan mainannya.

Selain itu, hal ini akan memberikan hal positif yaitu menumbuhkan rasa bangga dan pantang menyerah dalam diri anak karena ia bisa menyelesaikan permainan dengan caranya sendiri.

Semakin besar seorang anak berkembang, ajarkan juga ia agar bisa MELATIH FOKUS dalam dirinya. Kalo tentang caranya, Khalid Abdullah juga telah menjelaskan pada artikel Bagaimana Bangsa Yahudi Bisa Sedemikian Pintarnya.

Hal ini penting karena dengan belajar fokus, anak akan melakukan sesuatu dengan serius dan pasti. Ia tidak akan sembarangan melakukan suatu hal karena teleh memikirkan resiko-resikonya.

Dari cara-cara diatas, inilah hal yang paling menentukan kecerdasan anak. Paling Pengaruh BANGET dalam Mendidik Anak Cerdas.

3. PENGARUH LINGKUNGAN.

Nah itu dia.

Pengaruh lingkungan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang serta kecerdasan seorang anak. Seorang anak yang lahir dari keluarga kaya yang dari kecilnya sudah diberikan asupan gizi yang penting dan banyak, mendapat rangsangan dari luar seperti musik, serta memiliki banyak mainan edukatif, jika tidak didukung dengan lingkungan yang baik tidak akan menjadi anak yang hebat. Malah mungkin akan menjadi anak yang nakal dan susah diatur. Hal ini dikarenakan mental anak tersebut yang akan ikut bersama lingkungannya yang sebagian besar ia habiskan disana.

Lebih dari 50 % lingkungan akan mempengaruhi sikap dan kebiasaan hidup kita. Bukan begitu???

Sementara anak yang mungkin hidup dengan sederhana namun memiliki lingkungan yang baik akan tumbuh menjadi anak yang disiplin, teratur, dan memiliki mental yang kuat.

Sebelumnya saya pernah bertanya pada Dosen saya, hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi kecerdasan anak serta berapa presentasinya. Dosen saya langsung menjawab “LINGKUNGAN”, memang banyak hal yang dapat dilakukan untuk merangsang perkembangan otak anak agar menjadi cerdas, namun dari semuanya lingkunganlah yang berperan sangan besar dalam hal itu. Tidak perlu jauh-jauh, kita mulai dari lingkungan keluarga saja dulu.

Begitu penjabaran beliau. Mengenai presentasinya beliau sendiri tidak menyebutkan angka pasti.

Tetapi yang pasti proporsi lingkungan dalam Mendidik Anak Cerdas,  sangatlah BESAR !

Lalu saya mulai mengaitkan dengan kehidupan nyata.

Saat MA kelas 1, saya memiliki teman sekelas yang gayanya tengil banget.

Dia anak orang kaya gitu deh, tapi nggak banget menurut saya. Jarang masuk kelas, kalopun masuk kerjaannya main-main nongkrong di depan kantin. Kadang kalo ada pelajaran yang dia ga suka, dia malah keluar kelas sebelum pelajarannya dimulai.  Padahal nilai dia termasuk yang agak rendah di kelas.

Dari temen-temen yang dulu satu MTs sama dia, saya denger dia suka main balap-balapan motor kalo malem, atau apalah itu yang intinya ngebuang-buang uang. Semua itu karena dia gak dapet perhatian dan pengarahan yang cukup dari orangtuanya. Mereka terlalu sibuk sama kerjaannya masing-masing sampe-sampe anaknya nyari kesibukan sendiri sama temen-temennya dengan cara yang salah.

Pinter nggak, bikin bangga nggak, buang-buang duit iya!

Dan hal kaya gini ni bakal bikin mental anak jadi lemah. Gak punya arah dan kerjaannya cuma ngikut temen-temennya aja. Temennya ngajakin ini hayu, ngajakin itu hayu…

Ckckckck…

Sementara waktu kelas 3 MA, ada satu temen saya yang hidup di keluarga sederhana (kaya nama rumah makan aja ya, Rumah Makan Sederhana. Hahaha…)

Dia hidup biasa-biasa ajah, semasa kecil dia gak dapet perlakuan istimewa yang dibeliin ini-itu sama orang tuanya. Tapi dari keluarganya, dia dapet perhatian yang penuh, orangtuanya gak cuma ngasih pendidikan yang verbal dan linguistik di sekolah, tapi juga pendidikan mental dirumah. Dari didikan keluarganya, dia tumbuh jadi anak yang hebat, mandiri, gak gampang nyerah, berani nyuarain pendapatnya, dan selalu memperjuangkan haknya.

Namanya Khalid Abdullah.

Ehm..Ehm..Ehm…

Saya gak bilang gini karna saya deket sama dia, bener!

Tapi karena saya memang mengenal Khalid seperti itu. Dari awal saya kenal Khalid, dia orangnya paling gak suka ditindas apalagi kalo dia gak salah. Jangankan kalo lagi gak salah, kalo salah aja dia suka adu statement sama saya, saking ga mau kalahnya.

Dia gak mau keliatan lemah di mata orang lain.

Huh… kalo udah gini cape dah ngeladeninnya.

Yang buat saya kagum sama dia, Khalid selalu punya idealisme sendiri yang gak kepikiran sama orang lain, dan suka bikin orang mikir “oh iya ya…” gitu.

Dia punya pendapat sendiri yang dia jadiin pedoman hidupnya, dia gak akan ngerubah itu sampe ada orang lain yang bisa ngalahin pendapatnya. Mugkin gak semua orang setuju sama pendapatnya, tapi itulah dia, dia tetep megang idealismenya dan gak ikut-ikutan orang lain yang mungkin go with the flow ajah. Dia gak suka jadi follower. Bagi dia hidup itu trendsetter.

Inilah Khalid, kecerdasan verbalnya membuat ia sekarang menjadi anak yang hebat, mandiri, dan disegani orang lain. Bahkan gak cuma dimata orang-orang seumuran dia ajah. Tapi dimata orang yang lebih dewasa juga.

Semua itu berkat dukungan keluarga.

Dari keluarga kita belejar membentuk karakter diri kita sendiri. Cuma keluarga yang mau nerima kita kekurangan dan kelebihan kita saat orang lain gak malah ngeremehin kita.

Jadi, ayo orang tua, berikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak anda.

Karna kecerdasan itu gak cuma diukur dari nilai raport aja. ^_^

Mendidik Anak Cerdas.