Menu

KhalidAbdullah.Com

Boomerang Tolong Menolong!

Saya tidak bisa berkata apa-apa setelah saya menonton video ini. Sungguh sangat sangat menyentuh. Sampai saya menitikkan air mata. (setitik doank jangan banyak-banyak ah). Video yang sangat mengajarkan saya tentang penting dan manfaatnya tolong menolong dalam kehidupan sehari-hari.

Terimakasih mas Imam Herlambang atas share linknya di facebook, sehingga saya bisa menonton video ini.

Silahkan buffer seluruh videonya, setelah selesai, silahkan ditonton dengan sangat khusyuk dan tidak dicepet-cepetin. Saya jamin dah, tersentuh haru terisak-isak. (mulai berlebihan). Atau kalau anda memiliki koneksi internet yang mantaf, sekalian download saja.

Setelah nonton anda tidak tersentuh,……..emmmmmm Ah tidak perlu. Saya jamin tersentuh deh!

(more…)

Gambar Keluarga yang Wajib Di LIKE

Gambar Keluarga

Gambar Keluarga

Bukan gambar keluarga sebenernya. Tentang arti keluarga arti sebenarnya. Segera tag-in atau mention seluruh anggota keluarga Anda ya 🙂 Beritahu mereka bahwa Anda mencintai mereka semua.

Hakim Yang Ganteng Banget Sikapnya Dalam Menolong Nenek-Nenek

Kalau di artikel sebelumnya yang Kisah Anak Durhaka Di Singapura & Betapa Kerennya PM Singapura dijabarkan betapa kerennya Perdana Menteri SIngapura dalam menolng orang tua yang didurhakai oleh seorang anak. Maka kali ini kisah seorang Hakim yang ganteng banget dalam membela nenek-nenek yang mencuri singkong.

Baca deh! keren banget kalau hati nurani bangsa Indonesia ini kayak hati hakim ini.

Di ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan. Namun seorang laki yang merupakan manajer dari PT yang memiliki perkebunan singkong tersebut tetap pada tuntutannya, dg alasan agar menjadi cnth bagi warga lainnya.

Hakim menghela nafas. dan berkata, “Maafkan saya, bu”, katanya sambil memandang nenek itu.

”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Namun tiba-tiba hakim mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin yang berada di ruang sidang.

‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, karena menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.

“Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”

sebelum palu diketuk nenek itu telah mendapatkan sumbangan uang sebanyak Rp 3,5 juta dan sebagian telah dibayarkan kepanitera pengadilan untuk membayar dendanya, setelah itu dia pulang dengan wajah penuh kebahagian dan haru dengan membawa sisa uang termasuk uang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT yang menuntutnya.

Semoga di indonesia banyak hakim-hakim yang berhati mulia sepertii ini.