Nasehat Untuk Para Orang Tua Ataupun Calon Orang Tua Tentang Cara Mendidik Anak

Saya Khalid Abdullah. Umur 20 tahun. Belum menikah. Jadi kalau berbicara urusan anak, jelas hanyalah pendapat saya pribadi. Karena saya belum terjun langsung dalam pengasuhan anak.

Saya ke tempat wisata Outbond di Ciseeng. Namanya Tirta Sanita. Seperti biasalah yang namanya outbond. Ada flying fox, ada jalan diatas tali, ada panjat jaring laba- laba. dan lain lain. Ada juga permainan Bom Bom Car disitu.

Saat  melihat ke tempat Bom Bom car, saya terdiam sejenak. Ingatan saya kembali melayang ke masa kecil saya. Dimana saya ingat betul, selama masa kecil saya, saya hanya sekali menaiki Bom Bom Car. Sekali itu juga, setelah memaksa sedemikian rupa ibu saya agar membolehkan saya memainkan Bom Bom car.

Saat saya kecil, orang tua saya dalam keadaan ” membangun ekonomi yang belom stabil “. Jadi segala kebutuhan yang sangat amatlah tidak mendesak, tidak akan pernah terpenuhi. Untuk menghemat.

Balik lagi ke soal saya naik Bom Bom Car yang hanya sekali – sekalinya dalam masa kecil saya. Saya masih ingat betapa bahagianya saya saat kurang lebih meminta untuk naik Bom Bom Car sebanyak 20 kali, akhirnya ibu saya membolehkannya. Gembiraaaaaaa !

Saya naikin mobil berwarna kuning ! begitu mulai langsung saya injak pegasnya…. karena tanpa sadar tangan saya banting setir ke kanan terus, maka jadinya mobil saya hanyalah berputar – putar. Sampai akhirnya ada mobil hijau yang menabrak saya dengan keras ! Bruakkkk !

Saya terguncang ! Jelas ! baru pertama kali naik, eh ada yang nabrak. Yang nabrak anak kecil dengan bapak disampingnya lagi ! Sedangkan saya kan hanya sendirian ! mental ini terguncang ! mau balas dendam bingung…., karena ngeri …. lagian tuh anak kecil sama bapaknya !

Okelah, saya akhirnya bisa menjauh dari anak kecil yang ditemenin sama bapaknya tsb. baru bebas 3 detik, eh ada yang nabrak lagi ! Kali ini anak kecil perempuan dengan ibu disampingnya ! Bruaakkkkk ! Saya kaget kembali ! Kok dunia ngeselin banget ya ! ” gw gak cari masalah, eh orang orang seneng banget cari masalah ! “

Saat saya kaget tersebut, saya melihat ibu saya. Ibu saya tersenyum. dan berteriak : ” Ayo Khol ! jangan panik. ayo cepet kendarain lagi ! wajar kok kalau ada yang nabrak ! ayo setir lagi ! “

Beeeeuhhhhhh ! Saya semangat langsung mendapat dukungan seperti itu ! serasa ada pembangkit mental saya ! langsung saya setir mobil saya ke arah ibu saya yang sedang berada di pinggiran. Saya hampiri dan saya berkata : ” mi, boleh aku tabrak – tabrakin gak nih orang orang, apalagi si anak kecil yang tadi nabrak aku mi ! “

umi saya jawab : “boleh Khol. silahkan. Khol, kalau Kholid nabrak, itu biasa Khol, namanya juga maen Bom Bom Car. gak papa kok. asal jangan nangis aja nanti kalau balas ditabrak “

” Sip mi  ! ” langsung saya incer anak kecil yang pertama kali nabrak saya ! saya incer dari belakang ! Saya tabrak dia, sampai terpental kesamping, sampai bapak yang disampingnya kaget juga ! hahahahaha ! puas ! Sekarang tinggal si anak perempuan. Saya incer dari belakang juga seperti si anak kecil yang baru saja saya bikin terpental dengan sangat teganya.

Di tengah pengincaran mangsa layaknya cheetah, saya tersentak gara – gara ada tangis dari seorang anak kecil yang sedang dimarahi ibunya. Dikarenakan dia salah setir mulu, sehingga kerjaannya nabrak orang mulu. Dia dimarahi, seakan akan dia telah menghancurkan vas bunga seharga 5 juta. Padahal saya lihat sekilas, anak kecil tersebut memang sudah berusaha untuk tidak menabrak. Tapi ya namanya juga permainan. ya dia tetap saja menabrak.

Dan ibunya marahnya kayak marah banget gituuu. Itu ! itulah yang sedang saya ingin bahas !

Kenapa beberapa orang tua memarahi anaknya yang telah gagal mencapai sesuatu, padahal anak tersebut sudah mencoba !

Hei ! anak telah mencoba, lalu gagal ! anak itu sendiri sebenarnya juga sedang sedih + menyesal ! kenapa harus dimarahi sih !

Teman saya yang harus selalu juara, begitu dia tidak juara 3 besar, teman saya dimarahi oleh orang tuanya !

Teman saya yang harus memenangkan pertandingan sepak bola tingkat kecamatan, tapi kalah di final, dimarahi oleh orang tuanya, karene dia dicap oleh orang tuanya sebagai striker yang tidak handal !

Teman saya yang harus memenangkan perlombaan sempoa sedepok, dimarahi oleh orang tuanya, karena ternyata juara 1-nya adalah saya. Bukan dia.

Padahal ke – 3 teman saya itu telah berusaha. Dan orang tuanya masing masing juga tahu kalau mereka sudah berusaha ! Saya yakin itu ! Tapi kenapa harus disalahkan ketika mereka gagal mencapainya !

Efek atas umpatan marah yang dilontarkan kepada anak yang gagal mencapai sesuatu, padahal anak tersebut telah berusaha adalah : Anak tersebut ke depannya tidak memiliki kepercayaan diri untuk mencoba segala sesuatunya ! Lebih parah lagi = tidak berani untuk mencoba sekalipun ! Karena mereka takut akan adanya cacian atau amarah yang terlontar, apabila dia gagal mencapainya.

Ibu saya tidak pernah memarahi saya atas kegagalan yang saya mencapai target, apabila saya sudah berusaha dengan sekeras kerasnya untuk mencapai target tersebut. Dan itu membuat saya pribadi, selalu percaya diri dalam mencoba sesuatu.

Seakan di otak saya adalah :

” berusaha mencapai itu yang penting ! mau gagal atau berhasil itu tidak jadi masalah. yang penting perjuangan telah dilaksanakan “

Dan itu membuat saya percaya diri terus. baik buat saya untuk menghadapi segala tantangan hidup.

Akhir dari artikel ini adalah :

Janganlah pernah memarahi anak yang gagal mencapai sesuatu, padahal mereka telah berusaha mencapainya !

Kalau mereka tidak berusaha, itu yang pantas dimarahi ! bukan hasil dari usaha mereka yang gagal, yang seharusnya dimarahi !

Sekian artikel saya tentang salah satu cara mendidik anak.

Cara Mendidik Anak

Cara Mendidik Anak