Pelajaran dari Wisata ke Pulau Onrust

Tahun baru 2010 pada kemana hayo ???

Wah kalo saya sibuk ke liburan ke pulau onrust.

Sehingga menyebabkan saya melupakan sejenak kehidupan blog Khalid Abdullah .com ini.

Alhamdullillah, ada pelajaran yang bisa saya bagikan dari liburan saya ke pulau onrust tersebut.

Sebelumnya saya bercerita dahulu ya, bagaimana pulau onrust itu.

Saya pergi pada hari jumat pagi, tepatnya tanggal 1 Januari 2010. Bersama adik dan Ustad saya, ustad Agus Lukman.

Berangkat pada jam 06.30 menuju daerah Tangerang sampai mentok terus. Sekitar 2 setengah jam kami berkendaraan dengan motor. Sampailah kami bertiga di dermaga.

:hangout:

Disitu kami beristirah sejenak untuk mengumpulkan tenaga sekaligus menyiapakan barang apa saja yang akan kita bawa menuju pulau Onrust tersebut.

Kami akhirnya menyewa sebuah kapal bernama Pajar Bone.

Biayanya sebesar 200 Ribu, itu sudah termasuk pergi menuju pulau Onrustnya dan dijemput saat kita ingin pulang ( Meskipun pada akhirnya kami pulang dengan tidak menggunakan kapal yang sama ).

Prolog pelajaran yang akan saya bagikan :

Rencana awal kita saat sudah sampai adalah : menyebrangi pulau. Dari pulai Onrust menuju pulau Kayangan.

Namun saat sudah sampai, Sang Ustad membatalkan rencana tersebut. Kata beliau : “ ini bukan kolam renang “ .

Hanya itu jawaban yang diberikannya kepada saya dan Zaid ( adik saya ) saat kami berdua agak merengut, karena tidak jadi menyebrangi antar pulau tersebut.

Saat sudah berenang di pesisir pantai pulau Onrust tersebut, saya sering mengajak Ustad untuk kembali melakukan sesuai yang kita rencakan tadi.

Tapi lagi-lagi ustad hanya menjawab : “ Ini bukan kolam renang “

Saya terus menerus berusaha meyakinkan ustad saya itu untuk tetap menyebrangi pulau, dengan sambil memberikan keyakinan bahwa fisik kita kuat dan mental kita siap kok.

Namun jawaban yang disampaikan tetap saja sama.

Akhirnya saya menanyakan alasan tepatnya ke Ustad, kenapa kita tidak diperbolehkan menyebrangi antar pulau tersebut.

Akhirnya ustadpun menjawab : “ nanti saat pulang baru dikasih tau dech alasannya “

Oia, kami sebelumnya disuruh untuk memakai sepatu bot saat berenang.

Namun saat saya memakainya saya merasa kurang leluasa, sehingga sepatunya saya lepas saja, Saya berenang telanjang kaki. Saya pikir,

” akh nasehat untuk memakai sepatu, bisa diabaikan ahhh…. Lagipula gak berbahaya ini kok “.

Ustadpun mengajak saya mengelilingi satu pulau Onrust tersebut, karena saya agak jadi kurang bersemangat dalam berenang. Gara-gara tidak dibolehkan menyebrangi pulau.

Kejadianpun dimulai :

Ditengah-tengah jalan-jalan mengelilingi pulau, saya tertarik untuk menceburkan diri di salah satu pesisir pantainya. Ustadpun ikut menceburkan diri juga.

Saat ada bangunan berbatu, saya berniat untuk naik lewat bebatuan tersebut. Ustad mengajak saya untuk naik lewat jalan yang dia lalui, namun saya memilih jalan yang berbeda.

Saya menganalisa sendiri lagi, bahwa saya bisa lewat jalan yang berbeda kok.

Saat saya melempar ban yang saya pakai ke daratan, sayapun memegang tepian, mencoba untuk mengangkat badan saya, namun tidak berhasil.

Saya coba 3 kali, namun tidak juga berhasil. Terlalu susah. Saya melihat ada pinggiran lagi, saya tapakkan kaki saya, agar ada tumpuan yang kuat saat saya mengangkat tubuh saya.

Saat saya menapakkan kaki saya ….

Jepppp !

Saya merasa ada yang menusuk kaki saya.

Ahhhhhhhh !

Sakittt ! Saya tiba-tiba lemes gara-gara rasa sakit itu. Namun lebih ke arah kagetnya daripada rasa sakit itu sendiri yang menyebabkan saya tiba-tiba lemes itu.

Sayapun menceburkan diri lagi ke laut, untuk melihat apa yang terjadi pada kaki saya.

Waw !

3 duri dari hewan Tritip yang menempel di bebatuan tersebut, menempel di jari kaki saya.

Saya cabut duri sepanjang 5 cm itu dari jari kaki saya.

Kaki sayapun berdarah.

:supercry:

Akhirnya sayapun meminta tolong kepada ustad yang sudah berhasil naik ke daratan duluan untuk menolong saya.

Sayapun berhasil naik ke daratan dengan bantuan ustad. Meskipun sudah saya cabut duri saat masih di dalam lautan tadi…namun tetap saja masih ada bagian yang menempel.

Sayapun melanjutkan perjalanan dengan kaki setengah pincang. Untuk balik ke tempat peristirahatan kami tadi.

Begitu sampai di tempat peristirahatan, saya merenung.

Inilah pelajaran yang ingin saya bagikan

Ustad jelas-jelas orang yang berpengalaman dengan pulau Onrust tersebut, karena sudah lebih dari 5 kali beliau pergi kesitu.

Lalu ustad memberikan peringatan untuk memakai sepatu saat berenang di pulau, pasti karena ada maksud tertentu.

Tapi saya yang baru pertama kali pergi kesana, malah menganalisa dengan pikiran saya sendiri yang jelas-jelas belum ada pengalaman sama sekali. Dengan berkata  “ya”  untuk tidak memakai sepatu saat berenang.

Karena merasa tidak apa-apa kok. Akhirnya ada kejadian tertusuk, yang menimpa saya.

Sayapun akhirnya mengerti , kenapa meskipun banyak orang yang sudah membeli panduan semisal ebook cara mendapatkan pengunjung ribuan per hari dari blog, atau mengikuti ribuan mcama seminar dan pelatihan atau workshop atau pelatihan berat lainnya.

Tapi tetap saja orang tersebut tidak berhasil. Walaupun mereka sudah yakin bahwa yang menulis ebook itu adalah orang yang memang sudah benar-benar mendapatkan pengunjung ribuan perhari.

Dan orang tersebut sudah sangat niat membeli ebook tersebut, dan berjanji akan melakukan apa yang disampaikan.

Begitu ebook itu sudah dibeli, dan ebook itu benar-benar dibaca. Selesai mereka baca, mereka akan berkata :

” Ahhhh enggak kayak gini kali caranya “

“Kayaknya masih ada yang lain deh “

“ masa sesederhana ini sich ??? “

Akhirnya mereka berkutat dengan analisanya sendiri, dan ujung-ujungnya tidak melakukan tindakan sama sekali.

Pesan saya dalam artikel kali ini adalah :

Janganlah seperti saya, yang malah sibuk menganalisa saat diberikan petuah dari orang yang sudah berpengalaman. Dan ujung-ujungnya malah tidak melakukan petuah tersebut.

Percayalah apa yang mereka katakan, meskipun analisa dalam otak kita berkata :  “  masa sich ???  begitu doank caranya ???  “

Hei !!!

“ Lakukan saja “

“ Mereka sudah berpengalaman, jadi pasti ada maksud tertentu.

Kita yang belum mencapai seperti mereka, hanya wajib nurut dan lakukan !

“ jangan banyak analisa dan protes “

Nanti malah tidak mencapai apa-apa.

:conan:

Okey…. Sekian dahulu, semoga bermanfaat kawand.

ps : akhirnya sata merasa tidak perlu untuk menanyakan kenapa kami tidak diizinkan untuk menyebrangi antar pulau tersebut. Saya rasa ustad saya mempunyai banyak pertimbangan yang belum saya mengerti.

Saya hanya perlu menuruti…. hupfff

:puter: