Semangat Anda Harus Seperti Pelari Maraton,..

Lomba lari jarak pendek disebutnya sprint.Dan pelarinya disebutnya sprinter.

Untuk lomba lari jarak jauh disebut maraton. Dan pelari jarak jauh disebutnya pelari maraton.

Pernahkan anda menyelidiki perbedaan efek yang terjadi antara sprinter dan maraton sehabis menyelesaikan lombanya ???

Mari kita bahas,… Sprinter

Sebelum dimulainya lomba lari jarak pendek, para sprinter mukanya bringas !

Semangat habis !!!

Nafsu untuk segera berlomba nampak banget di mukanya.

Begitu peluit dibunyikan, langsung dikeluarkan semua tenaganya !

Tidak disisakan sedikitpun tenaga yang disisakannya.

Kalahkan lawan !!!!

Setelah lomba ????

Para sprinter akan tergelepar dengan sangat kecapaian !

Mukanya serasa habis lari mengitari sebuah Negara saja, padahal jarak lombanya mungkin hanya 100 meter atau 200 meter.

Mau wawancara pemenangnya ??? Sabar dulu… dia lagi ngos-ngosan pasti !

Dilempar sepatu bisa-bisa anda !

:ehm:

Pelari Maraton

Muka para pelarinya tenaaaaang banget.

Mereka tahu harus menang, tapi mereka tidak nafsu banget tuch…

Slow….

Saat peluit pertandingan dimulai, para pelari maraton langsung berlari, tapi tidak dengan muka beringas, mereka slow saja.

Mereka seakan tahu, bahwa perjalanan mereka masih panjang.

Maka dari itu mereka tidak langsung ingin menjadi nomor satu meninggalkan lawan-lawannya.

Mereka tetap sadar bahwa mereka harus mengalahkan lawan-lawannya agar bisa memenangkan juara, tapi itu tidak berarti mereka langsung mengeluarkan semua tenaganya.

Mereka tetap konsisten menjaga ritme langkah kaki mereka sampai lap terakhir. Mereka lebih penting menjaga kekonsistenannya.

Saat di lap terakhir, baru mereka mengeluarkan semua tenaganya !

Setelah selesainya perlombaan, mereka ngos-ngosan iya, tapi seperti kelelahan yang sewajarnya saja.

Tidak langsung jatoh banget stamina mereka. Tidak langsung tergelepar !

Mereka tetap bisa berbicara ataupun lari-lari kecil.

Mau diwanwancara ??? silahkan saja kok, anda tidak akan dilempar sepatu oleh mereka. Karena mereka tidak terlalu kelelahan kok.

Lalu apa pelajarannya ???

Begini…. dalam kasus blogging, bisnis internet, beribadah, belajar, ataupun dalam hal-hal lainnya, Kita sudah tahu bahwa ketekunan adalah segalanya.

Tapi lihatlah, kita biasanya hanya seperti para sprinter.

Semangat di awal saja !

Okelah, pas awal-awal ngeblog, langung posting tiap hari ! Begitu menginjak sebulan, 2 bulan, 3 bulan,..mulai deh sudah mulai mengendur semangatnya, dan mulai menyalahkan kesibukan offline.

Akhirnya blogwalking, dan update postingannya pun jadi mengendur. Apalagi kalau di mindsite awalnya sudah berorientasi uang dan kaya seketika, udah dah….. !

Ketika uang tak kunjung datang,…yaelah paling tinggal sihitung pakai hitungan bulan…habis itu blognya akan segera menemui ajalnya.

namanya juga awal-awal pasti semangat donk !

Nah itu dia, saya juga tahu saudara-saudara… Disitulah seninya memanage motivasi…

Kita seharusnya saat awal-awal lagi semangatnya, jangan biarkan lepas kendali diri kita dimakan oleh semangat !

Bukan gak boleh semangat, tapi hanya jangan sampai divorsir semuanya. Karena kalau anda bisa mengendalikan semangat agar tidak overdosis, maka saat anda sedang loyo, anda akan bisa membangkitkan semangat anda juga ! Sekali lagi…

Disitulah seninya memanage motivasi… bukan hanya tentang bagaimana memotivasi diri saat sedang loyo, tapi juga menahan diri untuk tidak extra berlebihan saat sedang semangat !

Pesan dari saya untuk saya dan buat para pembaca blog yang budiman.. Semoga dalam melakukan kebaikan apapun, tipe semangat kita adalah tipe maraton. Bukan sprinter !

Semangat tipe maraton adalah tipe semangat yang tidak overdosis saat dilanda semangat, tidak mudah putus asa saat menemui kesusahan, dan bisa kembali semangat saat hasil yang diharapkan belum kunjung datang.

Mari menjadikan diri kita pelari maraton dalam mengarungi dan mendalami segala macam kejadian di hidup kita ini.

Ps : tetesan air yang menetes secara terus menerus akan mampu membuat batu bolong, daripada air yang langsung dituang seember sekaligus.

Ps : Bukankah sikat gigi bagusnya 3 kali setiap hari, dibandingkan langsung 90 kali dalam sekali sebulan ?

Ps : Bukankah Allah lebih suka shalat tahajud yang 2 rakaat, tapi setiap malam, daripada langsung 16 rakaat tapi hanya dalam seminggu ?